OELAMASI — Pemerintah Kabupaten Kupang tidak lagi hanya mengandalkan tiga lokasi untuk program Kampung Nelayan Merah Putih. Bupati Kupang Yosef Lede mengajukan usulan penambahan menjadi 10 titik yang tersebar di berbagai wilayah pesisir, sejalan dengan target nasional Presiden Prabowo Subianto yang mengejar pembangunan seribu kampung nelayan pada 2026–2027.
Langkah ini diambil setelah satu lokasi di Sulamu dinyatakan selesai dibangun. Adapun tiga lokasi lain yang sebelumnya diusulkan—Tablolong, Hansisi, dan Uiasa—kini masuk dalam daftar prioritas yang menunggu realisasi.
Yosef Lede menilai kapasitas tiga kampung nelayan tidak sebanding dengan kekayaan laut yang dimiliki Kabupaten Kupang. Menurut dia, wilayah pesisir seperti Amarasi Timur, Amfong Utara, hingga Amfong Barat Laut memiliki potensi tangkapan yang belum tergarap maksimal.
“Potensi perikanan di Kabupaten Kupang itu sangat luar biasa, sehingga tidak cukup hanya tiga. Kami bersama Kepala Dinas Perikanan dan tim mengusulkan penambahan menjadi sepuluh titik sesuai kebutuhan,” ujar Yosef saat meninjau lokasi rencana pembangunan di Desa Tablolong, Senin (6/9/26).
Usulan penambahan tersebut telah disampaikan ke kementerian terkait dan mendapat respons positif. Pemerintah kabupaten berharap bisa mendapatkan minimal 10 titik dari program nasional yang digagas pemerintah pusat tersebut.
Desa Tablolong di Kecamatan Kupang Barat menjadi salah satu lokasi yang paling siap menyambut program ini. Camat Kupang Barat Villy Nakamnanu menyatakan lahan yang akan digunakan merupakan tanah milik Pemerintah Daerah Kabupaten Kupang dan sudah siap untuk pembangunan.
“Masyarakat sudah bersepakat dan mendukung penuh pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih ini,” kata Villy.
Sejumlah pertemuan persiapan telah dilakukan, mulai dari pembahasan di kantor desa hingga rapat bersama tokoh masyarakat, pemerintah desa, dan keluarga pemilik tanah. DPRD Kabupaten Kupang melalui anggota Absalom Buy turut menyambut baik penetapan Tablolong sebagai lokasi pembangunan.
Yosef Lede meminta Dinas Perikanan segera berkoordinasi dengan para camat untuk mengidentifikasi wilayah yang memiliki potensi perikanan besar. Kriteria utama yang dipakai adalah daerah dengan mayoritas penduduk bermata pencaharian sebagai nelayan.
Absalom Buy berharap program ini tidak berhenti pada pembangunan fisik. Ia mendorong agar warga, khususnya pemuda setempat, dilibatkan baik saat konstruksi maupun ketika kampung nelayan beroperasi nanti.
Keberadaan kampung nelayan di Tablolong dinilai strategis karena bisa menjadi pusat transit hasil tangkapan ikan sebelum didistribusikan ke Kota Kupang. Villy berharap pembangunan dapat segera dimulai tahun ini agar manfaatnya cepat dirasakan masyarakat pesisir.