NUSA TENGGARA TIMUR — PT Pertamina Patra Niaga tidak mengubah harga BBM nonsubsidi per 1 November 2026, dengan Pertamax tetap Rp 15.950 per liter. Keputusan menahan harga itu mengacu pada patokan harga per 2 September 2026, sehingga konsumen di Jakarta belum melihat pergerakan tarif baru bulan ini.
Kebijakan harga Pertamina pada awal bulan ini berhenti di titik yang sama dengan periode sebelumnya. Harga BBM nonsubsidi yang dijual Pertamina Patra Niaga masih memakai acuan per 2 September 2026, dan belum ada penyesuaian baru yang diumumkan hingga Minggu (1/11/2026).
Pertamina biasanya menyesuaikan harga BBM nonsubsidi setiap awal bulan. Pada November ini, penyesuaian itu tidak terjadi, sehingga seluruh produk nonsubsidi dijual dengan tarif yang sama seperti dua bulan terakhir.
Untuk wilayah Jakarta, Pertamax dijual Rp 15.950 per liter. Pertamax Turbo berada di Rp 19.600 per liter, sementara Pertamax Green 95 dipatok Rp 19.150 per liter.
Produk diesel nonsubsidi juga tidak bergerak. Dexlite dijual Rp 23.700 per liter dan Pertamina Dex Rp 25.200 per liter. Seluruh angka itu berlaku di SPBU Pertamina di Jakarta pada awal November 2026.
Pertamina juga tidak menyentuh harga BBM subsidi. Pertalite masih Rp 10.000 per liter dan Biosolar Rp 6.800 per liter, sama seperti ketentuan yang berlaku sebelumnya.
Harga Pertalite dan Biosolar merupakan harga yang ditetapkan pemerintah, bukan sepenuhnya kewenangan Pertamina. Karena itu, pergerakan harga kedua jenis BBM ini bergantung pada keputusan Kementerian ESDM dan kebijakan subsidi energi.
Bagi pengguna kendaraan pribadi, harga Pertamax yang bertahan di Rp 15.950 berarti biaya pengisian bahan bakar tidak berubah dibanding periode sebelumnya. Sementara pelaku usaha yang memakai Dexlite dan Pertamina Dex masih mengeluarkan biaya yang sama untuk armada mereka.
Penetapan harga BBM nonsubsidi Pertamina mengacu pada formula yang mempertimbangkan harga minyak dunia, nilai tukar rupiah, dan komponen pajak. Dengan acuan harga per 2 September 2026 yang masih dipakai, penyesuaian bulanan belum dilakukan pada November ini.
Keputusan menahan harga ini memberi kepastian biaya bagi konsumen di tengah fluktuasi harga minyak global. Namun, bila patokan harga berubah, Pertamina berpeluang menyesuaikan tarif pada periode berikutnya.
Posisi harga Pertamax di Rp 15.950 per liter menjadi pembanding bagi produk pesaing di segmen bensin oktan tinggi. Selisih harga antarmerek akan tetap menjadi pertimbangan konsumen saat memilih SPBU di Jakarta dan sekitarnya.