KUPANG — Ketua Harian Perbati NTT Hermensen Ballo memastikan pertandingan pertama dimulai siang hari dan berlanjut hingga selesai selama enam hari. Babak penyisihan sampai semifinal dipusatkan di Gedung Eternal Lounge, Kupang.
“Pertandingan final, pada hari Sabtu [7 November] kita geser ke Otan, Pulau Semau,” kata Hermensen Ballo di Kupang, saat dihubungi melalui telepon seluler.
Hermensen menyebut peserta kejuaraan kali ini sangat banyak. Perbati NTT mencatat sekitar 350 petinju dari kategori muda, remaja, dan dewasa.
“Tahun depan, target 500 peserta,” ujarnya.
Penambahan peserta itu disiapkan untuk mematangkan persiapan Perbati NTT menuju PON 2028. Target jangka panjangnya, meloloskan petinju NTT ke Olimpiade Brisbane 2032 dan meraih medali di sana.
Petinju legendaris yang tiga kali meraih medali emas PON itu menegaskan kejuaraan bukan sekadar ajang mencari juara. Fokusnya pembinaan, pengembangan bakat, serta peningkatan kualitas dan pengalaman bertanding.
“Tujuan utama pertandingan ini untuk pembinaan, pengembangan bakat, serta peningkatan kualitas, dan pengalaman bertanding. Ini sangat bagus bagi setiap petinju,” kata Hermensen, yang juga menjabat Ketua Pelaksana Pertandingan.
Panitia menyiapkan hadiah uang bagi para pemenang. Juara umum menerima Rp 7.000.000, sedangkan juara pertama di tiap kelas mendapat piagam, medali, dan uang tunai Rp 4.000.000.
Penilaian dilakukan atas dasar teknik, prestasi, penampilan, semangat bertanding, sportivitas, disiplin, konsistensi, dan potensi atlet.
Peserta harus melengkapi sejumlah dokumen sebelum bertanding. Panitia meminta akta kelahiran, Kartu Keluarga, serta KTP atau KIA bagi yang sudah menikah.
BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan wajib masih berlaku. Peserta juga menyertakan surat atau hasil pemeriksaan kesehatan sesuai ketentuan panitia.
Khusus atlet putri, panitia mewajibkan surat keterangan tidak sedang hamil dari dokter. Dokumen asli harus diperlihatkan bila diperlukan untuk verifikasi, dan data nama serta tanggal lahir mesti sesuai dokumen resmi.