Pencarian

Insentif Diskon PPN DTP Hingga 100% untuk Mobil Listrik Baterai Nikel — Berlaku Juni 2026

Selasa, 12 Mei 2026 • 11:04:01 WIB
Insentif Diskon PPN DTP Hingga 100% untuk Mobil Listrik Baterai Nikel — Berlaku Juni 2026
Insentif diskon PPN DTP hingga 100% diberikan untuk mobil listrik dengan baterai nikel mulai Juni 2026.

NUSA TENGGARA TIMUR — Skema insentif yang disiapkan kementerian terkait membedakan besaran diskon berdasarkan komposisi baterai. Kendaraan listrik dengan baterai berbasis nikel mendapat PPN DTP penuh, sementara mobil listrik nonnikel — seperti yang menggunakan baterai Lithium Iron Phosphate (LFP) — hanya memperoleh potongan 40 persen.

Mengapa Baterai NMC Dapat Prioritas Diskon Penuh?

Baterai Nickel Manganese Cobalt memiliki kepadatan energi lebih tinggi dibanding LFP, memungkinkan jarak tempuh lebih jauh dengan ukuran baterai yang lebih ringkas dan ringan. Teknologi ini umumnya diadopsi mobil listrik kelas menengah hingga premium karena proses produksinya lebih kompleks dan biaya manufaktur lebih besar.

Penggunaan teknologi NMC juga sejalan dengan strategi pemerintah mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya mineral dalam negeri. Indonesia memiliki cadangan nikel signifikan yang dapat didukung oleh industri otomotif lokal dan assembly plant.

Target 100.000 Unit Penerima Insentif Mulai Juni 2026

Pemerintah mengalokasikan insentif untuk sekitar 100.000 unit mobil listrik dalam fase pertama, dengan periode pemberian dimulai pertengahan tahun 2026. Aturan teknis operasional — termasuk mekanisme klaim, verifikasi kendaraan, dan batasan per pembeli — akan diatur lebih lanjut melalui kementerian terkait dalam kuartal mendatang.

Skema ini diharapkan mendorong permintaan mobil listrik premium di pasar Indonesia sekaligus mendukung lokal content dalam ekosistem industri baterai nikel nasional.

Perbedaan Signifikan dari Mobil Listrik Baterai LFP

Baterai Lithium Iron Phosphate, yang dominan pada mobil listrik buatan China, menawarkan kepadatan energi lebih rendah namun lebih terjangkau dan tahan lama dalam siklus charge-discharge. Dengan insentif 40 persen, kendaraan LFP tetap kompetitif dari sisi harga akhir, tapi positioning kebijakan jelas mendukung transformasi ke teknologi NMC lokal.

Bagikan
Sumber: bogor-today.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks