RUTENG — Gubernur NTT Melki Laka Lena menekankan bahwa organisasi mahasiswa harus tetap relevan dengan dinamika lokal. Menurutnya, cara berpikir boleh berskala nasional atau global, namun aksi nyata harus menjawab persoalan riil masyarakat di tingkat kampung dan kelurahan.
10 Program Dasa Cita Jadi Acuan Kolaborasi
Melki memaparkan semangat pembangunan "Ayo Bangun NTT" yang dijalankan melalui 10 Program Dasa Cita Melki–Johni. Ia menilai kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, perguruan tinggi, organisasi kemasyarakatan, hingga pemerintah pusat menjadi kunci percepatan pembangunan di tengah keterbatasan fiskal daerah.
"Kita membutuhkan demokrasi ekonomi yang berjalan berdampingan dengan demokrasi politik. Keberpihakan kepada rakyat kecil harus diwujudkan melalui kerja-kerja konkret yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat," kata Gubernur di hadapan peserta kongres dari berbagai cabang PMKRI se-Indonesia.
Koperasi dan Usaha Bersama Jadi Prioritas
Gubernur menegaskan pentingnya memperkuat ekonomi kerakyatan sebagaimana amanat Pasal 33 UUD 1945. Pengembangan koperasi, usaha bersama, dan pemberdayaan komunitas harus menjadi program prioritas yang dijalankan kader PMKRI di setiap daerah.
Ia mendorong kader tidak hanya aktif dalam diskursus politik dan advokasi kebijakan. Kader PMKRI juga harus menjadi penggerak ekonomi masyarakat melalui inovasi berbasis potensi lokal, seperti pertanian, peternakan, perikanan, perkebunan, hingga kewirausahaan.
Anggota DPD RI: Aksi Nyata Lebih Penting dari Diskusi
Anggota DPD RI asal NTT, Angelo Wake Kako, yang juga mantan Ketua Presidium PP PMKRI, mengajak seluruh kader memperluas pengabdian melalui keterlibatan langsung dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat. Menurutnya, keberpihakan kepada masyarakat kecil tidak cukup diwujudkan melalui diskusi atau pernyataan sikap.
"Harus dibuktikan lewat aksi nyata yang berdampak," tegas Angelo.
Ia juga mendorong pengaktifan kembali badan-badan semi otonom PMKRI sebagai wadah pengembangan kapasitas kader di bidang kewirausahaan dan ekonomi kerakyatan. Langkah ini dinilai penting untuk melahirkan generasi muda yang memiliki kepedulian sosial sekaligus mampu membangun kemandirian ekonomi masyarakat.
Organisasi Mahasiswa sebagai Ruang Inovator
Gubernur Melki menambahkan, organisasi kemahasiswaan harus menjadi ruang lahirnya inovator, wirausahawan, dan pemimpin masa depan. Setiap cabang PMKRI memiliki peluang mengembangkan produk unggulan daerah sekaligus memperkuat kompetensi kader di sektor-sektor produktif.
Seluruh program pembangunan, kata Melki, harus berbasis data, memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, serta selaras dengan kebijakan pembangunan nasional. Kongres PMKRI di Ruteng ini menjadi momentum untuk memperkuat peran organisasi dalam pembangunan NTT ke depan.