KUPANG — Gelombang atmosfer Rossby yang terpantau aktif dalam beberapa hari terakhir menjadi pemicu utama peningkatan curah hujan di sebagian besar wilayah Nusa Tenggara Timur. Prakirawan Cuaca BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang, Nanik Tresnawati, menyebut kondisi ini akan berlangsung hingga Sabtu (16/5).
“Saat ini terpantau aktifnya gelombang atmosfer Rossby yang berdampak terhadap kondisi cuaca di wilayah NTT berupa potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai angin kencang,” kata Nanik dalam keterangan resmi di Kupang, Jumat.
12 Wilayah Terdampak Hujan Lebat pada Jumat
Pada hari ini, wilayah yang masuk dalam zona waspada meliputi Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Sikka, Ende, Flores Timur, Lembata, Alor, Sumba Barat Daya, dan Sumba Barat. Kelembapan udara pada lapisan 850 hingga 500 mb terpantau cukup tinggi, berkisar antara 70 hingga 90 persen, yang mendukung pertumbuhan awan hujan secara vertikal.
Sementara itu, potensi angin kencang diperkirakan terjadi di Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Rote Ndao, dan Sabu Raijua. BMKG mengingatkan masyarakat di wilayah tersebut agar tidak berteduh di bawah pohon besar atau baliho saat angin kencang terjadi.
Sabtu (16/5): Wilayah Timur dan Selatan NTT Bergiliran Diguyur Hujan
Memasuki hari kedua, hujan lebat diprediksi meluas ke wilayah timur dan selatan NTT. Kabupaten yang perlu waspada meliputi Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, Alor, Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara, Belu, Malaka, dan seluruh Pulau Sumba.
Nanik menambahkan bahwa sebagian besar wilayah NTT sebenarnya telah memasuki awal musim kemarau. Namun, dinamika atmosfer yang masih aktif membuat pertumbuhan awan hujan masih terjadi, meskipun angin monsoon timur mulai dominan.
Dampak yang Perlu Diwaspadai
BMKG mengingatkan bahwa hujan sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang dapat memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang. Masyarakat di daerah rawan diminta untuk tetap waspada, terutama pada sore hingga malam hari ketika intensitas hujan cenderung meningkat.
Untuk informasi terkini, masyarakat dapat menghubungi layanan BMKG selama 24 jam melalui telepon (0380) 881613, WhatsApp 0811-3940-4264, serta media sosial @infobmkg dan @infobmkgeltari. Aplikasi Info BMKG juga dapat diunduh untuk memantau perkembangan cuaca secara real-time.