KUPANG — Peristiwa tragis itu terjadi sekitar pukul 08.30 WITA. Mindis, warga Desa Soliu, pergi bersama seorang rekannya menuju area muara untuk mandi. Saat korban berjalan mendekati bibir muara, seekor buaya tiba-tiba muncul dari dalam air dan langsung menyerang.
Serangan berlangsung sangat cepat. Korban tidak sempat menyelamatkan diri dan langsung diseret ke dalam muara hingga hilang dari pandangan. Rekan korban yang menyaksikan kejadian itu langsung berteriak meminta pertolongan warga sekitar.
Rekan Korban Melihat Langsung Proses Penerkaman
Informasi mengenai insiden tersebut kemudian diteruskan kepada aparat kepolisian setempat. Warga bersama personel Polsek Amfoang Utara segera melakukan pencarian awal di sekitar lokasi kejadian. Namun hingga beberapa jam kemudian, korban belum berhasil ditemukan.
Kapolsek Amfoang Utara, IPTU Valenso, melaporkan insiden tersebut kepada Kantor SAR Kupang untuk meminta bantuan operasi pencarian dan penyelamatan. “Tim rescue diberangkatkan untuk melakukan operasi pencarian terhadap korban,” ujarnya dikutip dari iNews Sumba, Minggu (17/5/2026).
Tim SAR Turunkan Sembilan Personel dan Perahu Karet
Dalam operasi tersebut, tim SAR mengerahkan sembilan personel lengkap dengan perahu karet, peralatan SAR darat, alat komunikasi, hingga perlengkapan medis. Tim penyelamat diperkirakan tiba di lokasi pada malam hari setelah menempuh perjalanan sekitar lima jam dari Kota Kupang menuju lokasi kejadian.
Proses pencarian korban dilakukan secara gabungan bersama BPBD Kabupaten Kupang, pemerintah kecamatan, aparat keamanan, warga setempat, serta keluarga korban.
Pencarian Sempat Terhenti, Dilanjutkan Minggu Pagi
Hingga Sabtu malam, korban masih belum ditemukan. Operasi pencarian dijadwalkan kembali dilanjutkan pada Minggu (17/5/2026) pagi. Kawasan Muara Naus sendiri dikenal sebagai habitat buaya, dan warga sekitar sudah beberapa kali melaporkan kemunculan reptil tersebut di area pemukiman.