Pencarian

Telkom Catat Pendapatan Rp75,9 Triliun di Semester I 2026, Laba Bersih Naik ke Rp10,6 Triliun

Minggu, 02 Agustus 2026 • 14:13:31 WIB
Telkom Catat Pendapatan Rp75,9 Triliun di Semester I 2026, Laba Bersih Naik ke Rp10,6 Triliun
Direktur Utama Telkom Dian Siswarini menyampaikan paparan kinerja keuangan perseroan pada semester I 2026 di Jakarta, Selasa (29/7).

NUSA TENGGARA TIMUR — Jakarta — Strategi transformasi TLKM 30 yang digagas manajemen Telkom mulai menunjukkan hasil nyata. Selain pendapatan dan laba yang tumbuh, EBITDA perseroan tercatat Rp37,5 triliun dengan margin 49,4 persen. Yang lebih menggembirakan, laba bersih yang dinormalisasi mencapai Rp11,3 triliun, tumbuh 6,2 persen secara tahunan.

Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, menyebut capaian ini bukan sekadar angka. "Komitmen dan dedikasi kami dalam mengakselerasi transformasi digital melalui strategi TLKM 30 tercermin dari pertumbuhan yang berhasil kami capai," ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (29/7). Ia menambahkan, hasil ini memperkuat optimisme perseroan untuk terus memimpin ekosistem digital Indonesia.

Bisnis Seluler dan Data Jadi Mesin Utama Pertumbuhan

Pemulihan di sektor mobile menjadi penopang utama kinerja semester ini. Melalui Telkomsel, segmen Business to Consumer (B2C) menyumbang pendapatan Rp55,6 triliun, tumbuh 3,3 persen. Lonjakan signifikan terjadi pada bisnis digital data yang naik 11 persen, didorong peningkatan konsumsi masyarakat selama liburan sekolah dan ajang Piala Dunia.

Pengelolaan nilai pelanggan yang lebih baik juga terlihat dari kenaikan Average Revenue Per User (ARPU) mobile menjadi Rp45.600, melonjak 9 persen dibanding tahun lalu. Artinya, pendapatan per pelanggan meningkat, bukan sekadar jumlah pengguna.

Di sisi fixed broadband, Telkomsel justru melakukan penataan basis pelanggan IndiHome. Jumlah pelanggan turun dari 10,1 juta menjadi 9,5 juta, namun kualitas bisnis membaik. ARPU IndiHome naik 3,4 persen secara kuartalan menjadi Rp211 ribu, dan rasio konvergensi layanan meningkat ke angka 65 persen.

Bisnis Infrastruktur dan Data Center Tumbuh Pesat

Segmen yang paling mencuri perhatian adalah B2B Infrastructure. Pendapatannya melonjak 19 persen menjadi Rp33,1 triliun, ditopang layanan data, internet, dan teknologi informasi. Anak usaha menara, Mitratel, juga tampil solid dengan pendapatan Rp4,7 triliun dan jumlah tenant mencapai 63.866—rasio penyewaan menara kini 1,57 kali.

Telkom juga serius membangun bisnis pusat data melalui NeutraDC. Konsolidasi aset data center di lingkungan TelkomGroup terus diarahkan untuk memperkuat posisi perusahaan sebagai pemain infrastruktur digital regional, seiring meningkatnya kebutuhan teknologi AI dan komputasi awan.

Efisiensi Organisasi dan Belanja Modal yang Tepat Sasaran

Di balik pertumbuhan itu, Telkom gencar membenahi internal. Arus kas operasional tercatat kuat di angka Rp34,9 triliun, tumbuh 7 persen, berkat pengendalian biaya ketat. Perusahaan juga menuntaskan penyederhanaan terhadap 10 entitas melalui divestasi, merger, maupun likuidasi demi fokus ke bisnis inti.

Belanja modal hingga Juni 2026 mencapai Rp10,8 triliun, dengan porsi 96 persen dialokasikan ke bisnis prioritas: B2C, B2B Infrastructure, dan International Business. "Pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan akan sangat ditentukan oleh kekuatan infrastruktur digital yang kita bangun hari ini," tegas Dian, seraya menyebut Telkom siap terus mempercepat investasi kapabilitas digital sebagai bagian dari Danantara Indonesia.

Dengan fundamental yang menguat di paruh pertama tahun, Telkom optimistis mempertahankan momentum hingga akhir 2026. Posisi perusahaan sebagai penggerak utama ekosistem digital nasional pun semakin kokoh.

Follow kabarbajo.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: wartabalionline.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks