NUSA TENGGARA TIMUR — Pengguna layanan AI Perplexity Pro di seluruh dunia mulai merasakan penurunan signifikan pada batas pemakaian model-model canggih. Laporan dari forum Reddit (1, 2, 3, 4, 5) yang dikumpulkan oleh PiunikaWeb menunjukkan bahwa pemangkasan ini terjadi tanpa pemberitahuan resmi dari pihak perusahaan.
Batas Pemakaian Anjlok, Pengguna Merasa Tertipu
Sejumlah pengguna melaporkan pengalaman yang frustrasi. Seorang redditor dengan nama pengguna SaberToaster mengaku hanya bisa mengirim 10-20 permintaan per hari, dan itu sudah membuat kuota mingguannya jebol. Lebih parah lagi, pengguna SuppliDev menyatakan batasnya habis hanya dengan 3-5 permintaan per hari.
Pengguna lain, KhoaHachiman7, mengaku mencapai batas unggah file mingguan hanya dengan dua kali unggahan. Beberapa spekulasi di forum menyebutkan bahwa Perplexity telah memangkas token dari 200 menjadi 100, dan kuota mingguan turun drastis menjadi sekitar 100-150 permintaan.
Model Canggih Kena Batasan, Model Biasa Aman
Pembatasan ini hanya berlaku untuk model AI premium seperti Gemini 3.1 Pro atau Thinking. Model reguler yang menjadi standar layanan tidak terpengaruh oleh kebijakan baru ini. Artinya, pengguna yang mengandalkan fitur penalaran tingkat lanjut akan merasakan dampak paling besar.
Saat kuota habis, pengguna akan melihat notifikasi bertuliskan: "Dapatkan akses yang ditingkatkan ke model canggih dengan Perplexity Max." Ini menjadi pintu masuk bagi perusahaan untuk mendorong upgrade ke paket yang jauh lebih mahal.
Perbandingan Harga: Lonjakan 10 Kali Lipat
Untuk konteks, berikut perbandingan biaya langganan Perplexity:
- Perplexity Pro: USD 204 per tahun (sekitar Rp 3,4 juta) atau USD 17 per bulan (Rp 280 ribu) jika ditagih tahunan.
- Perplexity Max: USD 2.004 per tahun (sekitar Rp 33 juta) atau USD 167 per bulan (Rp 2,75 juta) jika ditagih tahunan.
Lonjakan harga ini hampir 10 kali lipat dari paket Pro, menjadikannya salah satu layanan AI berlangganan termahal di pasaran.
Belum Ada Tanggapan Resmi, VPN Bisa Jadi Solusi Sementara
Hingga berita ini diturunkan, Perplexity belum memberikan pernyataan resmi mengenai perubahan kebijakan ini. Halaman harga di situs mereka juga belum diperbarui untuk mencerminkan batasan baru.
Menariknya, beberapa pengguna mencatat bahwa pemangkasan ini tampaknya tidak berdampak pada pelanggan di Amerika Serikat. Sebagai solusi sementara, pengguna di luar AS bisa mencoba menggunakan VPN dengan server AS untuk menghindari batasan tersebut.
Tim redaksi telah menghubungi Perplexity untuk meminta klarifikasi. Kami akan memperbarui artikel ini jika ada tanggapan resmi dari perusahaan.