MANGGARAI TIMUR — Hujan lebat yang mengguyur wilayah Manggarai Timur dan sekitarnya dalam sepekan terakhir memicu bencana longsor yang memutus akses utama antarwilayah. Ruas Jalan Trans Flores di Kampung Nanga Lok, Desa Golo Lijun, Kecamatan Elar, putus total sejak Senin (17/5) dan hingga Kamis (21/5) belum bisa dilalui kendaraan.
"Arus lalu lintas putus total hingga hari ini," kata Kapolsek Sambi Rampas Ipda Hironimus Emilianus, Kamis (21/5/2026). Ia menjelaskan longsor terjadi akibat curah hujan yang cukup ekstrem sejak hari Minggu.
Jalur Alternatif Lewat Kebun Warga, Licin dan Berlumpur
Untuk sementara, warga yang hendak menyeberang dari Manggarai Timur menuju Ngada, atau sebaliknya, terpaksa menggunakan jalan darurat. Jalur alternatif itu berada di kebun warga di sebelah timur lokasi longsor.
Hironimus mengingatkan para pengguna jalan untuk ekstra hati-hati. "Jalur alternatif ada, melalui kebun warga sebelah timur tapi licin dan berlumpur," tandasnya.
Kondisi jalan darurat yang becek dan licin meningkatkan risiko kecelakaan, terutama bagi pengendara roda dua. Warga setempat berharap pemerintah segera mengerahkan alat berat untuk membersihkan material longsor dan memulihkan akses utama.
Hujan Ekstrem Sepekan Terakhir Picu Bencana di Sejumlah Wilayah NTT
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya telah memperingatkan potensi hujan dengan intensitas tinggi di sebagian besar wilayah NTT. Dalam sepekan terakhir, hujan lebat tak hanya melumpuhkan Trans Flores di titik itu, tetapi juga memicu longsor dan banjir di beberapa daerah lain.
Warga yang hendak melintas dari arah Pota menuju Riung, atau sebaliknya, disarankan menunda perjalanan jika tidak mendesak. Pasalnya, jalur alternatif yang ada belum memadai untuk dilewati kendaraan besar seperti bus dan truk logistik.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai korban jiwa akibat longsor di Kampung Nanga Lok. Namun, aktivitas distribusi barang dan mobilitas warga antar dua kabupaten tersebut terhambat total.