Gubernur NTT, Emanuel Laka Lena, yang hadir sebagai pemegang saham pengendali, menjelaskan RUPS kali ini terbagi dalam dua agenda. Agenda pertama adalah RUPS tahunan tahun buku 2025, dan agenda kedua merupakan RUPS luar biasa yang membahas pergantian direksi serta usulan nama komisaris baru.
Dividen Sama Seperti Tahun Lalu, Fokus Dukung Program Kepala Daerah
“Pada intinya, kami seluruh pemegang saham Bank NTT menerima laporan pertanggungjawaban dari direksi dan komisaris Bank NTT,” kata Melki Laka Lena kepada wartawan seusai rapat.
Ia menambahkan, pembahasan tidak hanya seputar laporan pertanggungjawaban. RUPS juga menyepakati besaran dividen yang akan diterima masing-masing daerah pemegang saham. “Besar dividen sama dengan tahun lalu,” ujarnya.
Selain itu, rapat membahas bagaimana Bank NTT dapat mendukung program prioritas kepala daerah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota se-NTT.
Direktur Kepatuhan Diganti: Revi Adiana dari Bank Jatim
Salah satu keputusan krusial dalam RUPS luar biasa adalah pergantian posisi Direktur Kepatuhan. Sesuai rekomendasi OJK, jabatan yang sebelumnya dipegang Chris Adoe kini resmi digantikan oleh Revi Adiana, yang merupakan perwakilan dari Bank Jatim.
Pergantian ini menjadi perhatian karena posisi kepatuhan dianggap vital dalam menjaga tata kelola perbankan daerah.
Plh Sekda NTT Diusulkan Jadi Komisaris Baru
RUPS luar biasa juga mengusulkan nama baru untuk jajaran komisaris Bank NTT. Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Provinsi NTT, Rita Wuisan, diusulkan sebagai calon komisaris. Usulan ini akan diproses lebih lanjut sesuai mekanisme yang berlaku.
Bupati Timor Tengah Utara (TTU), Yosep Falentinus Delasalle Kebo, turut hadir dalam RUPS tersebut. Kehadirannya sebagai salah satu pemegang saham dari daerah menunjukkan keterlibatan aktif kabupaten dalam pengelolaan bank milik pemerintah daerah ini.