KUPANG — Sebanyak 15 ribu pelajar di Nusa Tenggara Timur (NTT) secara serentak mengikuti edukasi literasi keuangan dan membukukan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI). Kegiatan yang digelar bertepatan dengan Hari Buku Nasional ini melibatkan siswa dari berbagai jenjang pendidikan di wilayah Kota Kupang dan sekitarnya.
Rekor MURI yang diraih adalah kategori "Edukasi Literasi Keuangan dengan Peserta Terbanyak". Para pelajar mendapatkan materi seputar pengelolaan uang, menabung, hingga pengenalan produk keuangan dasar.
Pemecahan Rekor hingga Materi Keuangan untuk Pelajar
Kegiatan ini diinisiasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi NTT bersama dengan pemerintah daerah dan sejumlah perbankan. Ribuan pelajar berkumpul di beberapa titik lokasi yang telah ditentukan untuk mengikuti sesi edukasi secara langsung.
Kepala OJK Provinsi NTT, Robert Sianipar, menyebutkan bahwa literasi keuangan perlu ditanamkan sejak dini. "Kami ingin anak-anak NTT terbiasa mengelola uang dengan bijak, menabung, dan tidak mudah tergiur pinjaman online ilegal," ujarnya dalam sambutan.
Fakta Singkat: Angka dan Data di Balik Rekor MURI
- Total peserta: 15.000 pelajar dari berbagai sekolah di Kota Kupang dan kabupaten penyangga.
- Rekor MURI yang diraih: Edukasi Literasi Keuangan dengan Peserta Terbanyak.
- Penyelenggara: OJK NTT, Pemprov NTT, dan himpunan bank milik negara.
Hari Buku Nasional Jadi Momen Tepat untuk Edukasi
Pemilihan Hari Buku Nasional sebagai momentum kegiatan dinilai strategis. OJK setempat menggandeng para guru untuk mengintegrasikan materi literasi keuangan ke dalam kebiasaan membaca dan menulis.
Para peserta juga menerima buku saku bertema keuangan yang bisa digunakan di rumah. Buku tersebut berisi panduan sederhana tentang cara menabung, menyusun anggaran jajan, dan mengenali jenis tabungan pelajar.
Robert berharap kegiatan serupa bisa diadakan secara rutin dan tidak hanya saat perayaan hari besar. "Ini bukan seremonial belaka. Target kami adalah mencetak generasi muda NTT yang melek finansial," tegasnya.
Pemprov NTT menyambut baik inisiatif ini. Dinas Pendidikan setempat akan mendorong sekolah-sekolah untuk memasukkan kurikulum literasi keuangan dalam kegiatan ekstrakurikuler atau pelajaran muatan lokal.