Pencarian

Bunda Guru NTT Mindriyati Astiningsih Laka Lena Dikukuhkan, PGRI Sebut Figur Perempuan Ini Harapan Baru Pendidikan di Daerah

Jumat, 29 Mei 2026 • 19:04:36 WIB
Bunda Guru NTT Mindriyati Astiningsih Laka Lena Dikukuhkan, PGRI Sebut Figur Perempuan Ini Harapan Baru Pendidikan di Daerah
Mindriyati Astiningsih Laka Lena resmi dikukuhkan sebagai Bunda Guru Provinsi NTT.

KUPANG — Pengukuhan Mindriyati Astiningsih Laka Lena sebagai Bunda Guru Provinsi Nusa Tenggara Timur disambut optimisme oleh kalangan organisasi pendidikan. Ketua BPH PB PGRI NTT, Dr. Sam Haning, menyebut kehadiran sosok yang akrab disapa Ibu Asli itu sebagai suntikan energi baru bagi dunia pendidikan yang selama ini stagnan.

“Kalau NTT punya seorang perempuan hebat seperti Ibu Asli, berarti NTT hebat. Ini memberikan semangat baru, harapan baru, dan motivasi baru bagi kita semua,” ujar Dr. Sam Haning dalam sambutannya di Kota Kupang, Jumat (29/5/2026).

Peringkat Pendidikan NTT yang Masih Stagnan Jadi Pekerjaan Rumah Bersama

Di balik optimisme tersebut, Dr. Sam Haning mengingatkan bahwa kualitas pendidikan NTT masih berada di posisi bawah secara nasional. Ia mendorong semua pihak untuk bertanya dan mencari akar masalah mengapa kondisi ini belum juga berubah secara signifikan.

“Kita harus bertanya apa yang menyebabkan kualitas pendidikan kita masih stagnan. Ini harus menjadi catatan penting bagi kita semua,” tegasnya.

Kunci Perubahan: Kolaborasi Pemerintah, PGRI, dan Figur Bunda Guru

Menurut Dr. Sam Haning, perubahan tidak akan terjadi jika hanya mengandalkan satu pihak. Ia meyakini kerja sama yang solid antara Pemerintah Provinsi NTT, PGRI, Bunda Guru, dan para guru menjadi syarat mutlak untuk mendongkrak mutu pendidikan.

“Saya yakin dan percaya, kalau kolaborasi yang hebat antara Pemerintah Provinsi NTT, PGRI, Bunda Guru, dan para guru terus dibangun, maka kualitas pendidikan NTT pasti akan berubah,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, ia juga menekankan pentingnya tiga tipologi dasar yang harus dimiliki setiap guru: pedagogi, pedagogik, dan pedagogis.

470 Mahasiswa FKIP Dilepas untuk Pengabdian di Kota dan Kabupaten Kupang

Pada acara yang sama, sebanyak 470 mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) resmi dilepas untuk melaksanakan pengabdian di berbagai wilayah. Mereka akan ditempatkan di sejumlah kelurahan dan desa di Kota Kupang dan Kabupaten Kupang.

Dr. Sam Haning berpesan agar para mahasiswa menjaga kualitas diri dan ilmu yang telah diperoleh sebelum benar-benar terjun mengabdi di tengah masyarakat. “Mahasiswa FKIP harus benar-benar menjaga kualitas dan ilmu yang dimiliki, karena nanti akan ditempatkan di berbagai daerah, baik di kota maupun desa,” pesannya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah yang telah mendukung penempatan mahasiswa untuk membantu pembangunan dan pelayanan masyarakat di tingkat akar rumput.

Bagikan
Sumber: news-daring.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks