NUSA TENGGARA TIMUR — Dalam industri otomotif, tidak semua model yang lahir langsung sukses. Bahkan pabrikan paling mapan sekalipun pernah meleset. Sebuah analisis dari media otomotif global menyoroti 21 model kontroversial, dan tiga di antaranya datang dari Chevrolet, Volkswagen, dan Jeep. Ketiganya punya kesamaan: lahir dari keputusan yang terburu-buru atau salah membaca pasar.
Chevrolet Corvair: Buku Ralph Nader Menghancurkan Reputasi
Chevrolet merilis Corvair pada 1959 sebagai alternatif bertenaga belakang untuk bersaing dengan Volkswagen Beetle. Model ini tersedia dalam berbagai varian, termasuk coupe, convertible, dan versi turbocharged berperforma tinggi. Namun, semuanya runtuh setelah safety advocate Ralph Nader menulis buku Unsafe at Any Speed pada 1965.
Nader mengkritik sistem suspensi swing axle Corvari yang dianggap rawan kecelakaan. Chevrolet merespons dengan suspensi belakang independen di generasi kedua, tetapi reputasi sudah hancur. Produksi berakhir pada 1969, dan Chevrolet tidak pernah lagi membuat model bermesin belakang.
Volkswagen K70: Mobil NSU yang Ditolak dan Dipaksakan
Volkswagen membeli NSU pada 1969 dan mewarisi semua properti intelektual serta fisik perusahaan. Yang menarik, Volkswagen tidak tertarik pada teknologi Wankel milik NSU yang bermasalah, malah membatalkan model K70 yang sudah siap produksi. Namun, setelah mundur, Volkswagen justru memberikan lampu hijau produksi dengan syarat ketat: NSU tidak boleh memakainya.
Hasilnya, K70 debut pada 1970 dengan logo Volkswagen, menjadi model pertama pabrikan itu yang bermesin depan dan berpendingin air. Masalahnya, varian bawah K70 tumpang tindih dengan Volkswagen 412 yang masih berpenggerak belakang, sementara varian atasnya bersaing dengan Audi 100. Hanya sekitar 210.000 unit terjual hingga produksi berakhir pada 1975.
Jeepster: Mobil Jalan Raya yang Salah Alamat
Willys-Overland, induk Jeep saat itu, khawatir penduduk pinggiran kota tidak akan membeli off-roader sekeras CJ-2. Maka pada 1948, mereka meluncurkan Jeepster, model yang lebih fokus ke jalan raya dengan penggerak roda belakang dan ground clearance rendah. Idenya adalah menjual roadster mewah — kebalikan dari CJ-2.
Masalahnya, pembeli yang datang ke diler Jeep menginginkan kendaraan berpenggerak empat roda. Jeepster diabaikan. Willys juga gagal beriklan secara efektif. Produksi berakhir setelah tahun model 1950, dengan total kurang dari 20.000 unit. Nama Jeepster dihidupkan kembali pada 1966 sebagai alternatif International-Harvester Scout.
Fakta Singkat Tiga Model Kontroversial
- Chevrolet Corvair (1959–1969): Hancur oleh kritik buku Unsafe at Any Speed; tidak pernah ada lagi model mesin belakang Chevrolet.
- Volkswagen K70 (1970–1975): Dikembangkan NSU, dipaksa pakai logo VW; tumpang tindih dengan 412 dan Audi 100.
- Jeepster (1948–1950): Model jalan raya pertama Jeep; gagal total karena pembeli tetap ingin 4x4.
Ketiga model ini menjadi pelajaran berharga bagi pabrikan: tidak semua celah pasar layak diisi, dan terkadang, yang paling kontroversial justru lahir dari keputusan yang paling percaya diri.