KUPANG — Kepala BP3MI NTT Suratmi Hamida menegaskan bahwa peluang kerja di Jerman harus dimanfaatkan untuk menaikkan kelas para Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal NTT. Pernyataan itu disampaikan dalam Workshop Peluang Penempatan PMI melalui Skema Fachkräfte Einwanderungsgesetz (FEG) dan Ausbildung Jerman, Senin lalu.
"PMI asal NTT harus naik kelas. Ke depan, kita ingin semakin banyak masyarakat NTT bekerja pada sektor formal yang menawarkan perlindungan lebih baik, jenjang karier jelas, dan penghasilan lebih kompetitif," kata Suratmi.
Dua Skema Utama: FEG dan Ausbildung
Dalam workshop tersebut, peserta mendapatkan pemaparan mengenai Undang-Undang Imigrasi Tenaga Kerja Terampil Jerman atau FEG. Kebijakan ini membuka akses lebih luas bagi tenaga kerja asing yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri Jerman.
Selain itu, diperkenalkan pula program Ausbildung, yaitu pendidikan dan pelatihan vokasi yang menggabungkan pembelajaran di sekolah dengan praktik kerja langsung di perusahaan. Peserta tidak hanya mendapat keterampilan teknis, tetapi juga pengalaman kerja yang diakui di Jerman.
Potensi SDM NTT yang Belum Tergarap
Suratmi menilai NTT memiliki sumber daya manusia besar yang perlu didorong agar mampu bersaing di sektor formal global. Menurutnya, selama ini NTT lebih dikenal sebagai daerah pengirim pekerja migran ke sektor domestik.
"NTT tidak boleh hanya dikenal sebagai daerah pengirim pekerja migran pada sektor domestik, tetapi juga sebagai daerah penghasil tenaga kerja profesional yang mampu bersaing di pasar kerja internasional, khususnya di Jerman," tegasnya.
Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Kunci
Suratmi menambahkan keberhasilan penempatan PMI formal tidak bisa dilakukan sendiri. Diperlukan kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, lembaga pelatihan, dunia usaha, dan mitra internasional.
"Diperlukan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, lembaga pendidikan, lembaga pelatihan, dunia usaha, dan mitra internasional untuk menyiapkan tenaga kerja yang memiliki kompetensi, sertifikasi, dan kemampuan bahasa asing sesuai kebutuhan pasar kerja global," ujarnya.
Kegiatan ini turut dihadiri perwakilan pemerintah daerah, perguruan tinggi, Bursa Kerja Khusus (BKK) SMK se-Kota Kupang, lembaga pelatihan kerja, perusahaan penempatan PMI (P3MI), PD Flobamor, dan pemangku kepentingan lainnya.
Target: Meningkatkan Jumlah PMI Formal ke Eropa
Melalui workshop ini, BP3MI NTT berharap generasi muda semakin memahami peluang pendidikan vokasi dan pekerjaan formal di Jerman. Suratmi menyebut kegiatan ini menjadi langkah nyata meningkatkan jumlah penempatan PMI formal asal NTT ke Jerman dan negara-negara Eropa secara aman, legal, dan bermartabat.