ENDE — Tuduhan pembongkaran SD Negeri Wolomoni di Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende, oleh TNI langsung dibantah keras di tingkat pusat. Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Mabes TNI Brigjen TNI Muhamad Nas memastikan tidak ada niat untuk mengganti bangunan sekolah dengan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
“Kegiatan di lokasi sebenarnya adalah upaya memperlebar akses jalan agar alat berat dapat masuk ke area pembangunan koperasi yang berada di belakang sekolah,” kata Nas dalam jumpa pers di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa.
Bukan Bongkar, Hanya Geser Tiang Pojok Sekolah
Nas menjelaskan, insiden yang terekam dalam video dan viral di media sosial itu bermula saat alat berat hendak bermanuver masuk ke lokasi proyek. Dalam prosesnya, tiang bangunan sekolah yang berada di posisi pojok ikut terkena pergerakan alat berat.
“Ketika manuver alat berat mau masuk, kena tiang sekolah yang pojok,” ujar Nas.
Alih-alih membongkar paksa, personel TNI di lapangan justru mengambil langkah koordinasi terlebih dahulu. Komandan Distrik Militer (Dandim) dan Bintara Pembina Desa (Babinsa) setempat langsung berkomunikasi dengan pihak sekolah dan pemerintah daerah.
Izin Lurah dan Kepala Desa Jadi Kunci
Proses pemindahan tiang bangunan dilakukan setelah mendapat restu dari pejabat setempat. Nas mencontohkan komunikasi yang terjadi di lapangan. “Mereka bilang ‘Pak lurah, kepala desa. Boleh nggak ini kita geser sebentar, Pak, tiang ini?’. Mereka lalu jawab ‘Boleh, silakan’,” jelas Nas menirukan percakapan tersebut.
Dengan adanya izin dari perangkat desa dan pemerintah daerah, personel TNI kemudian melanjutkan proses pemindahan tiang. Langkah ini dinilai sebagai solusi terbaik agar proyek pembangunan koperasi tetap berjalan tanpa harus merusak infrastruktur sekolah secara permanen.
Informasi Hoaks Bisa Ganggu Stabilitas Keamanan
Kapuspen TNI menyesalkan beredarnya informasi yang tidak sesuai dengan fakta di lapangan. Menurutnya, video yang beredar hanya menampilkan potongan kejadian tanpa konteks utuh, sehingga menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
“Kondisi ini bisa ditumpangi atau mungkin dimanfaatkan sehingga terjadilah perpecahan. Rugi siapa? Kita yang pasti, negara kita yang pasti,” tegas Nas.
Pusat Penerangan TNI telah menelusuri fakta di lapangan dan memastikan tidak ada unsur kesengajaan dalam peristiwa tersebut. Nas berharap masyarakat lebih cermat dalam menyikapi informasi yang beredar dan tidak mudah terpengaruh oleh kabar yang belum terkonfirmasi kebenarannya.