KUPANG — Sebanyak 3.000 dosis semen beku sapi dari berbagai jenis unggul telah tiba di Nusa Tenggara Timur. Bantuan dari Kementerian Pertanian ini langsung disambut Gubernur NTT Melki Laka Lena sebagai langkah strategis untuk meningkatkan populasi dan kualitas genetik ternak sapi di provinsi tersebut.
Mengapa Inseminasi Buatan Jadi Kunci?
Gubernur Melki Laka Lena menjelaskan bahwa program inseminasi buatan (IB) bukan sekadar menambah jumlah sapi. Tujuan utamanya adalah memperbaiki mutu genetik agar anakan yang lahir memiliki bobot lebih berat, pertumbuhan lebih cepat, dan nilai ekonomi lebih tinggi.
"Kami menyampaikan terima kasih atas kunjungan kerja Komite II DPD RI serta bantuan 3.000 dosis semen beku dari berbagai jenis sapi unggul yang tentu sangat membantu pengembangan sektor peternakan di daerah," ujar Melki di Kupang, Sabtu.
Ia menegaskan bahwa melalui metode IB, peternak tidak perlu lagi bergantung pada kawin alam yang hasilnya acak. Semen beku yang berasal dari pejantan unggul ini bisa menghasilkan sapi berkualitas secara lebih cepat dan merata.
Populasi Sapi NTT Masuk 7 Besar Nasional
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025, populasi sapi potong di NTT mencapai 622.276 ekor. Angka ini menempatkan NTT di peringkat ketujuh provinsi dengan populasi sapi terbesar di Indonesia.
Dengan tambahan 3.000 dosis semen beku, Pemprov NTT optimistis peringkat tersebut bisa naik. Gubernur juga mendorong agar metode pengembangan sapi unggul ini menjadi model untuk komoditas lain seperti babi, kambing, kerbau, dan unggas.
Kolaborasi Tiga Pilar: Pemerintah, Akademisi, Pengusaha
Melki menekankan bahwa keberhasilan program ini bergantung pada kerja sama lintas sektor. Perguruan tinggi diminta berkontribusi melalui penelitian dan pendampingan, sementara pelaku usaha diharapkan ikut menggerakkan rantai pasok peternakan.
"Kami optimistis cita-cita menjadikan NTT sebagai pusat pengembangan ternak, baik sapi maupun komoditas ternak lainnya, dapat terus diwujudkan melalui kerja sama pemerintah, akademisi, dan pelaku usaha peternakan," kata Melki.
Dampak ke Peternak: Ekonomi Lebih Stabil
Pemerintah provinsi menargetkan agar setiap dosis semen beku yang disuntikkan ke sapi betina menghasilkan pedet dengan kualitas ekspor. Dalam jangka panjang, hal ini diharapkan meningkatkan pendapatan peternak kecil dan memperkuat ketahanan pangan nasional.
Pemprov NTT berkomitmen memperkuat sektor peternakan sebagai salah satu sektor unggulan daerah. Bantuan semen beku ini menjadi langkah awal menuju peternakan modern dan berkelanjutan di wilayah kepulauan tersebut.