KUPANG — Ketua DWP Kanwil Kemenkum NTT dr Dwita Anastasia Deo menekankan bahwa kewaspadaan dini menjadi kunci utama melindungi keluarga dari infeksi bakteri Leptospira yang tidak kasat mata. Penyakit zoonosis ini ditularkan melalui hewan terinfeksi, terutama tikus, dan bisa masuk ke tubuh manusia lewat luka terbuka pada kulit, selaput lendir mata, hidung, mulut, hingga makanan atau minuman terkontaminasi.
Demam Tinggi Mendadak hingga Mata Menguning, Kenali Gejalanya
Dwita menjelaskan fase awal leptospirosis ditandai demam tinggi mendadak, menggigil, sakit kepala hebat, nyeri otot, mual, muntah, dan kehilangan nafsu makan. Pada fase berat yang disebut Penyakit Weil, kondisi bisa berkembang menjadi kulit dan mata menguning (ikterus), gangguan fungsi hati dan ginjal, perdarahan, gangguan pernapasan, hingga penurunan kesadaran.
"Apabila terdapat anggota keluarga menunjukkan gejala leptospirosis, terutama setelah terpapar banjir atau lingkungan berisiko tinggi, langkah pertama adalah segera membawa penderita ke fasilitas kesehatan terdekat," ujarnya.
Langkah Sederhana di Rumah yang Bisa Menyelamatkan
Dwita meminta keluarga memberikan informasi kepada tenaga kesehatan mengenai riwayat kontak dengan air banjir, genangan air, atau lingkungan banyak tikus dalam dua pekan terakhir. Informasi itu mempermudah