WAIKABUBAK — Guncangan gempa bumi dirasakan cukup kuat oleh warga di sejumlah kecamatan di Sumba Barat, Rabu (17/6/2026) pagi. Berdasarkan analisis BMKG, episenter gempa berada di darat, tepatnya tujuh kilometer tenggara Waikabubak dengan kedalaman 40 kilometer.
Kepala Stasiun Geofisika BMKG setempat menjelaskan bahwa gempa ini merupakan jenis gempa bumi dangkal. Penyebabnya adalah aktivitas sesar aktif di wilayah tersebut. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa memiliki mekanisme pergerakan naik atau thrust fault.
Skala Guncangan Terasa Hingga Waingapu
BMKG mencatat guncangan paling kuat terjadi di Kecamatan Loli, Sumba Barat, dengan skala intensitas V hingga VI Modified Mercalli Intensity (MMI). Pada skala ini, getaran dirasakan oleh hampir semua penduduk dan dapat menyebabkan barang-barang ringan bergeser.
Di Kota Waikabubak dan Kecamatan Tana Righu, guncangan mencapai skala V MMI. Sementara itu, warga di Kota Tambolaka merasakan getaran dengan intensitas III hingga IV MMI. Guncangan yang lebih lemah, skala II hingga III MMI, juga dilaporkan terasa hingga Kota Waingapu di Pulau Sumba bagian timur.
Update Magnitudo dan Parameter Gempa
BMKG melakukan pembaruan parameter gempa. Jika awalnya tercatat magnitudo M5,0, setelah dilakukan analisis lebih lanjut, magnitudo diperbarui menjadi M4,8. Pusat gempa berada pada koordinat 9,68 derajat Lintang Selatan dan 119,45 derajat Bujur Timur.
Meski guncangan terasa cukup signifikan di beberapa titik, hingga berita ini diturunkan belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan atau korban jiwa akibat gempa tersebut. Hasil pemodelan BMKG juga menegaskan bahwa kejadian ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
BMKG Imbau Warga Tetap Tenang
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak terpancing oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. BMKG memastikan akan terus memantau perkembangan aktivitas seismik di wilayah Nusa Tenggara Timur.
Informasi resmi dan terbaru mengenai gempa bumi dapat diakses melalui kanal resmi BMKG, yaitu aplikasi mobile wrs-bmkg atau infobmkg, website www.bmkg.go.id, dan akun media sosial @infoBMKG. Hingga pukul 11.00 WITA, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).