Pencarian

Kapal Nelayan Asal NTT Kandas di Perairan Bima, Kapten dan 4 ABK Selamat Setelah 4 Jam Terombang-ambing

Jumat, 19 Juni 2026 • 19:16:01 WIB
Kapal Nelayan Asal NTT Kandas di Perairan Bima, Kapten dan 4 ABK Selamat Setelah 4 Jam Terombang-ambing
Kapal nelayan KMN Putri Novi kandas di perairan Bima akibat arus kuat dan pasang surut air laut.

BIMA — KMN Putri Novi mengalami kecelakaan laut saat dalam pelayaran dari Nangalili, NTT, menuju Pelabuhan Sape, Kabupaten Bima. Kapal yang membawa muatan ikan dan es itu kehilangan kendali akibat arus kuat dan pasang surut air laut sebelum akhirnya menabrak karang dan kandas sekitar pukul 19.00 Wita.

Evakuasi Berlangsung Empat Jam Setelah Kapal Kandas

Kasat Polair Polres Bima Kota, Iptu Sarif Rijaidinsyah, mengatakan tim pencari tiba di lokasi pada pukul 23.45 Wita, atau sekitar empat jam setelah insiden terjadi. "Tim tiba di lokasi sekitar pukul 23.45 Wita, kemudian langsung melakukan pengecekan dan penyelamatan," ujarnya, Jumat (19/6/2026).

Proses evakuasi melibatkan jajaran Satuan Polisi Air (Sat Polair) dan nelayan setempat. Seluruh awak kapal ditemukan dalam kondisi selamat dan segera dibawa ke Pelabuhan Sape untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Kapal Belum Bisa Dievakuasi Akibat Cuaca Buruk

Meski seluruh kru berhasil diselamatkan, kapal KMN Putri Novi masih terdampar di lokasi kandas. Pihak kepolisian menyebut kondisi cuaca yang tidak bersahabat menjadi kendala utama dalam proses evakuasi kapal.

"Kapal ini menabrak karang dan kandas mulai sekitar pukul 19.00 Wita," kata Iptu Sarif Rijaidinsyah. Ia menjelaskan bahwa saat berlayar menuju Pelabuhan Sape, kapal menghadapi arus kuat yang menyebabkan kemudi tidak terkendali hingga terseret dan menabrak karang.

Peringatan untuk Nelayan: Waspadai Cuaca Ekstrem

Kejadian ini menjadi pengingat bagi nelayan dan pengguna transportasi laut di kawasan timur Indonesia. Iptu Sarif mengimbau agar seluruh awak kapal selalu meningkatkan kewaspadaan dan memperhatikan prakiraan cuaca sebelum berlayar.

"Kejadian ini menjadi pengingat bagi para nelayan dan pengguna transportasi laut agar selalu meningkatkan kewaspadaan serta memperhatikan kondisi cuaca saat berlayar," kata Rijaidinsyah.

Perairan Mangeata Gili Banta dikenal memiliki medan karang yang rawan, terutama saat kondisi pasang surut ekstrem. Nelayan diimbau untuk menghindari jalur tersebut saat cuaca buruk atau arus laut sedang kuat.

Bagikan
Sumber: regional.kompas.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks