WAIKABUBAK — Ketua Pengurus Kopdit Pintu Air, Yakobus Jano, secara resmi membuka Kantor Cabang Kopdit Pintu Air di Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat, pada Jumat pekan lalu. Peresmian ini langsung mendapat sambutan positif dari warga dan jajaran Pemerintah Kabupaten Sumba Barat yang berharap koperasi bisa memperluas akses keuangan bagi pelaku UMKM.
Jano mengajak masyarakat untuk cerdas memanfaatkan layanan koperasi sebagai alternatif pembiayaan yang sehat dan aman. Menurutnya, Kopdit Pintu Air menghadirkan produk-produk yang dirancang khusus melindungi anggota dari praktik rentenir dan pinjaman online ilegal yang kian meresahkan.
Bunga Koperasi Jauh Lebih Rendah dari Pinjaman Harian
Dalam sambutannya, Jano membandingkan skema kredit di koperasi dengan pinjaman harian yang kerap menjerat masyarakat kecil. Ia mencontohkan, untuk pinjaman Rp1 juta, bunga di Kopdit Pintu Air hanya sekitar Rp20 ribu.
"Sementara di pinjaman harian bisa mencapai Rp200 ribu. Itu bunga yang sangat besar dan akhirnya masyarakat yang menjadi korban," ujar Jano, menekankan bahwa sistem kredit koperasi jauh lebih logis dan berpihak pada anggota.
Ia menegaskan, kehadiran KSP Kopdit Pintu Air di Sumba Barat bukan sekadar memperluas jaringan usaha. "Tetapi juga memberikan pilihan layanan keuangan yang lebih berpihak kepada masyarakat, terutama agar masyarakat terhindar dari praktik rentenir dan pinjaman online," katanya.
Pemkab Sumba Barat Dorong Koperasi Dikelola Profesional
Pemerintah Kabupaten Sumba Barat menyambut baik hadirnya koperasi ini. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sumba Barat, Imanuel Mesakh Anie, menilai koperasi punya peran penting dalam memperluas akses keuangan masyarakat kecil, terutama pelaku UMKM yang kerap terkendala modal usaha.
"Kehadiran koperasi harus menjadi solusi untuk membuka akses keuangan yang sehat bagi masyarakat. Karena itu koperasi harus dikelola secara profesional, transparan, akuntabel, serta mengedepankan asas kebersamaan," ujar Imanuel.
Ia juga mengajak masyarakat membangun budaya menabung melalui koperasi. Imanuel mengimbau agar fasilitas pinjaman yang didapatkan nantinya dipakai untuk usaha produktif, sehingga mampu mendongkrak kesejahteraan ekonomi keluarga secara nyata.
Warga: Kini Tak Ragu Lagi karena Ada Kantor Fisik
Antusiasme juga datang dari warga setempat. Modestiana Krae Wea Dey, warga Puu Naga, Kota Waikabubak, mengaku senang karena Kopdit Pintu Air kini memiliki kantor fisik di wilayah mereka. Menurutnya, keberadaan kantor fisik menjadi jaminan bagi anggota untuk berkomunikasi dan memudahkan pelayanan.
"Saya kenal Kopdit Pintu Air dari pemberitaan di media sosial kalau Pintu Air itu koperasi besar berskala nasional. Namun saya masih ragu karena belum ada kantor di sini tetapi sekarang sudah ada kantor saya tidak ragu lagi," tandas Modestiana.