KUPANG — Kepala Kanwil DJPb NTT Adi Setiawan mengungkapkan realisasi TKD hingga akhir Mei 2026 didominasi oleh Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar Rp 6,546 triliun. Disusul Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik Rp 2,091 triliun, Dana Desa Rp 470,32 miliar, Dana Bagi Hasil Rp 16,01 miliar, dan DAK Fisik Rp 14,58 miliar.
“Transfer ke Daerah tetap menjadi pilar utama dukungan APBN bagi pemerintah kabupaten dan kota di NTT,” kata Adi dalam konferensi pers di aula kantornya, Kamis (25/6/2026).
Delapan Kabupaten Tuntaskan Dana Desa Tahap I
Adi mencatat delapan kabupaten telah merealisasikan Dana Desa tahap I hingga 100 persen. Kedelapan daerah itu adalah Belu, Sikka, Flores Timur, Ngada, Manggarai, Sumba Barat, Rote Ndao, dan Manggarai Barat.
Penyaluran Dana Desa yang mencapai Rp 470,32 miliar tersebut menjadi bagian dari total belanja negara di NTT yang mencapai Rp 12,536 triliun. Angka ini tumbuh 6,90 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Dari total pagu Rp 29,775 triliun, realisasi baru mencapai 42,10 persen.
Belanja Pemerintah Pusat Tumbuh 26,89 Persen
Selain TKD, belanja negara di NTT juga mencakup Belanja Pemerintah Pusat yang terealisasi Rp 3,397 triliun atau 35,50 persen dari pagu. Komponen terbesarnya adalah belanja pegawai sebesar Rp 2,033 triliun. Belanja barang terealisasi Rp 925,79 miliar, belanja modal Rp 435,88 miliar, dan bantuan sosial Rp 2,38 miliar.
Adi menambahkan realisasi belanja pemerintah pusat tumbuh 26,89 persen secara year-on-year. Pertumbuhan ini menunjukkan percepatan belanja kementerian dan lembaga di wilayah NTT.
Bansos Rp 1,12 Triliun untuk 1,6 Juta Penerima
Total penyaluran bantuan sosial hingga Mei 2026 mencapai Rp 1,124 triliun. Rinciannya, Program Keluarga Harapan (PKH) menyalurkan Rp 556,66 miliar untuk 684.169 penerima. Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) mencapai Rp 422,14 miliar untuk 703.572 penerima. Sementara Bantuan Sosial Tunai (BST) tersalur Rp 146,07 miliar untuk 243.458 penerima.
KUR dan Pembiayaan Ultra Mikro Naik Signifikan
APBN juga memperkuat pembiayaan usaha di NTT melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang mencapai Rp 1,385 triliun. Dana tersebut disalurkan kepada 26.725 debitur, naik 21,03 persen. Pembiayaan ultra mikro juga mencatat kenaikan 35,75 persen menjadi Rp 147,97 miliar untuk 26.219 debitur.
- Fakta Singkat Realisasi APBN NTT per 31 Mei 2026:
- Total belanja negara: Rp 12,536 triliun (42,10% pagu)
- TKD: Rp 9,138 triliun (45,23% pagu)
- Bansos: Rp 1,124 triliun untuk 1,63 juta penerima
- KUR: Rp 1,385 triliun untuk 26.725 debitur
- Pembiayaan ultra mikro: Rp 147,97 miliar untuk 26.219 debitur