WAIKABUBAK — Guncangan gempa bumi tektonik melanda wilayah Kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Rabu (24/6/2026) pukul 23.42 Wita. Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), episenter gempa berada di koordinat 9,63 derajat Lintang Selatan dan 119,42 derajat Bujur Timur, tepatnya tiga kilometer timur laut Waikabubak, ibu kota kabupaten, dengan kedalaman 10 kilometer.
Akibat guncangan tersebut, sejumlah bangunan milik pemerintah dan fasilitas umum mengalami kerusakan. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumba Barat, Antonius S. Kabba, menyatakan bahwa pihaknya masih melakukan pendataan dan verifikasi di lapangan.
“Rata-rata bangunan kantor pemerintah, RSUD, serta sekolah mengalami kerusakan akibat gempa yang terjadi tadi malam,” ujar Antonius saat dihubungi Kompas.com, Kamis (25/6/2026).
Dua Sekolah Alami Kerusakan Signifikan
Dari hasil pendataan awal, BPBD mencatat dua sekolah mengalami kerusakan yang cukup parah, yaitu SMP Negeri 4 Loli dan SD Inpres Beradolu. Bangunan kantor kepala sekolah dan ruang guru di SMP Negeri 4 Loli mengalami kerusakan berat dan diperkirakan tidak lagi layak digunakan.
Meski demikian, Antonius menegaskan bahwa kerusakan di kedua sekolah tersebut masih dikategorikan sebagai kerusakan sedang. Sebab, ruang-ruang kelas utama masih dapat difungsikan untuk kegiatan belajar mengajar.
Fokus pada Fasilitas Umum, Belum Ada Laporan Rumah Warga Rusak
Hingga Kamis siang, BPBD Sumba Barat belum menerima laporan terkait kerusakan rumah warga. Fokus pendataan sementara ini masih diarahkan pada fasilitas umum dan bangunan milik pemerintah, termasuk RSUD Waikabubak yang juga terdampak guncangan.
“Sementara untuk bangunan kantor pemerintah dan fasilitas umum lainnya masih kami rekap. Setelah pendataan selesai, baru akan kami sampaikan secara lengkap,” kata Antonius.
Tidak Ada Korban Jiwa, Warga Diimbau Waspada Gempa Susulan
Pemerintah daerah memastikan tidak ada laporan korban jiwa maupun korban luka akibat gempa bumi ini. Meski demikian, masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan.
BPBD setempat masih menunggu hasil pemantauan lebih lanjut dari instansi terkait untuk memastikan kondisi terkini di lapangan. Proses rekap data kerusakan bangunan ditargetkan rampung dalam waktu dekat.