KUPANG — Sebanyak ratusan personel Polda NTT mengikuti sesi latihan USEFT secara massal di Lapangan Bhayangkara Mapolda NTT, Selasa (23/6). Kegiatan yang digelar usai apel pagi ini dipandu langsung oleh Coach Ipda Risa Malelak bersama tim konselor USEFT Polda NTT.
Metode USEFT menggabungkan teknik relaksasi, afirmasi positif, dan pendekatan psikologi energi. Tujuannya membantu personel menciptakan keseimbangan diri, mengelola tekanan, serta menjaga stabilitas emosi di tengah dinamika tugas yang kian kompleks.
Tekanan Tugas Polisi Kian Kompleks, Kesehatan Mental Jadi Prioritas
Kapolda NTT Irjen Pol Rudi Darmoko menegaskan bahwa tantangan anggota Polri saat ini tidak lagi hanya soal fisik. "Kesiapan personel tidak cukup hanya dibangun dari kemampuan fisik, tetapi juga harus diperkuat dengan kesehatan mental dan pengelolaan emosi yang baik," ujarnya.
Pernyataan itu merujuk pada beban kerja aparat yang kerap berhadapan dengan kasus kriminal, konflik sosial, hingga bencana alam yang memicu stres akut. Tanpa kesiapan mental yang mumpuni, kinerja dan pengambilan keputusan di lapangan bisa terganggu.
Fakta Singkat: Latihan USEFT Polda NTT
- Lokasi: Lapangan Bhayangkara Mapolda NTT, Kupang
- Waktu: Selasa, 23 Juni 2026, usai apel pagi
- Pemateri: Coach Ipda Risa Malelak dan tim konselor USEFT Polda NTT
- Metode: Relaksasi, afirmasi positif, psikologi energi
- Sasaran: Keseimbangan tubuh, pikiran, jiwa, dan kesiapan mental personel
Antusiasme Personel: Bukan Sekadar Seremonial HUT Bhayangkara
Para personel mengikuti rangkaian latihan dengan antusias. Latihan ini bukan sekadar seremonial peringatan HUT ke-80 Bhayangkara, melainkan bagian dari komitmen jangka panjang Polda NTT membangun sumber daya manusia Polri yang tangguh secara mental.
Ke depan, program serupa direncanakan berkelanjutan. Polda NTT ingin memastikan setiap anggota memiliki ketahanan psikologis yang kuat, terutama saat menangani kasus-kasus berat di wilayah NTT yang rawan bencana dan konflik horizontal.
Langkah ini sekaligus menjadi model bagi kepolisian daerah lain dalam mengintegrasikan kesehatan mental sebagai bagian dari pembinaan personel. Sebab, polisi yang sehat mentalnya akan lebih sigap dan bijak dalam melayani masyarakat.