Pencarian

BPOLBF Gandeng Pemkab Manggarai Timur Hidupkan Wisata Religi Katolik di Flores, 6 Destinasi Masuk Peta Perjalanan Resmi

Selasa, 30 Juni 2026 • 22:16:01 WIB
BPOLBF Gandeng Pemkab Manggarai Timur Hidupkan Wisata Religi Katolik di Flores, 6 Destinasi Masuk Peta Perjalanan Resmi
BPOLBF dan Pemkab Manggarai Timur resmi meluncurkan peta perjalanan wisata religi Katolik di Flores.

LABUAN BAJO — Pelaksana Tugas Direktur Utama BPOLBF Andhy MT Marpaung mengatakan, dokumen travel pattern itu bukan sekadar kertas kerja, melainkan peta jalan untuk menghidupkan destinasi religi di seluruh Pulau Flores. Ia menyebut momentum 100 Tahun Gereja Tua St Theresia Lengko Ajang pada 2027 menjadi peluang besar untuk mengaktivasi salah satu destinasi yang sudah masuk dalam jaringan resmi.

"Travel Pattern Pariwisata Religi Katolik Pulau Flores disusun bukan sekadar sebagai dokumen, tetapi sebagai peta jalan untuk menghidupkan destinasi-destinasi religi di seluruh Pulau Flores," kata Andhy di Labuan Bajo, Selasa.

Enam Destinasi di Manggarai Timur Masuk Jaringan Resmi

Dalam dokumen tersebut, Gereja Tua St. Theresia Lengko Ajang ditetapkan sebagai destinasi ke-15 dan menjadi salah satu dari enam destinasi wisata religi Katolik di Kabupaten Manggarai Timur. Destinasi-destinasi ini terhubung dalam satu koridor perjalanan yang terintegrasi dengan situs bersejarah dan pusat spiritual Katolik lainnya di Flores.

Andhy menambahkan, pengembangan sektor pariwisata di Flores tidak hanya bertumpu pada keindahan alam. Nilai sejarah, budaya, dan spiritualitas yang menjadi identitas masyarakat juga perlu diangkat agar wisata religi semakin dikenal dan memberikan manfaat ekonomi bagi warga setempat.

Aktivasi Destinasi untuk Perpanjang Lama Tinggal Wisatawan

BPOLBF menargetkan aktivasi destinasi wisata religi mampu memperluas pilihan pengalaman wisata di Flores. Dengan begitu, lama tinggal wisatawan atau length of stay bisa meningkat, sekaligus memperkuat posisi Flores sebagai destinasi wisata religi Katolik unggulan di Indonesia dan kawasan Asia Pasifik.

"BPOLBF siap membuka ruang kolaborasi bersama Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur, Keuskupan Ruteng, serta para pemangku kepentingan lainnya," ujar Andhy.

Pemkab Manggarai Timur: Pengakuan atas Nilai Sejarah dan Spiritual

Sekretaris Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Manggarai Timur Hieronimus E Dona mengapresiasi inisiatif BPOLBF. Menurutnya, masuknya Gereja Tua St. Theresia Lengko Ajang dalam dokumen travel pattern merupakan pengakuan penting terhadap nilai sejarah dan spiritual yang dimiliki daerahnya.

"Kehadiran Gereja Tua St. Theresia Lengko Ajang dalam dokumen tersebut merupakan pengakuan penting terhadap nilai sejarah dan spiritual yang dimiliki Manggarai Timur. Melalui perayaan 100 tahun paroki dan produksi film dokumenter, kami berharap destinasi ini semakin dikenal dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat melalui pengembangan pariwisata berbasis budaya dan religi," kata Hieronimus.

Ia menambahkan, momentum satu abad Paroki Santa Theresia Lengko Ajang pada 2027 menjadi peluang strategis untuk memperkenalkan sejarah, budaya, dan spiritualitas masyarakat Manggarai Timur kepada wisatawan domestik maupun mancanegara.

Travel Pattern Pariwisata Religi Katolik Pulau Flores sebelumnya diinisiasi BPOLBF bersama Keuskupan Ruteng, Keuskupan Agung Ende, Keuskupan Maumere, Keuskupan Larantuka, serta dinas pariwisata dari delapan kabupaten di Pulau Flores. Dokumen ini menjadi panduan perjalanan yang menghubungkan berbagai situs bersejarah dan pusat spiritual Katolik dalam satu koridor destinasi terintegrasi.

Follow kabarbajo.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kupang.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks