NUSA TENGGARA TIMUR — Distribusi perdana B50 dilakukan melalui 29 dari total 126 Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) milik Pertamina. Jumlah ini akan terus bertambah seiring masa transisi yang berlangsung hingga tiga bulan ke depan.
Infrastruktur dan Titik Penyaluran B50
Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, mengatakan pihaknya telah menyiapkan infrastruktur penyaluran dari terminal hingga lembaga penyalur, termasuk SPBU dan Agen Premium Minyak Solar (APMS). "Untuk di awal ini akan didistribusikan 37,92 juta liter hampir di sebagian besar wilayah di Indonesia," ujarnya saat dihubungi detikcom, Kamis (2/7/2026).
Kitty menambahkan, jumlah terminal yang melayani B50 akan terus bertambah secara bertahap selama masa transisi. "Jumlah 29 tersebut akan terus bertambah secara bertahap selama masa transisi," terangnya.
Masa Transisi Tiga Bulan: Habiskan Stok Lama
Pemerintah memberikan masa transisi tiga bulan bagi seluruh badan usaha untuk menyesuaikan diri dengan mandatori B50. Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, menjelaskan masa ini dimanfaatkan untuk menghabiskan stok B40 yang masih tersisa di kilang-kilang.
"Masa transisi ditetapkan 3 bulan. Nah masa transisi itu apa? Satu, menghabiskan stok," ujar Eniya di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Kamis (25/6/2026). Ia menegaskan, jika dilakukan pencampuran (blending), spesifikasi bahan bakar harus bertahap naik di atas 40 persen.
Eniya menyebut PT Pertamina (Persero) berkomitmen menghabiskan seluruh stok B40 dalam dua bulan. Sementara itu, dari total 30 perusahaan bahan bakar nabati, Pertamina dan AKR menguasai 70 persen pangsa alokasi.
SPBU Wajib Jual B50 Mulai 1 Oktober
Eniya memastikan seluruh titik SPBU di Indonesia akan mulai menjual B50 pada 1 Oktober 2026. "1 Oktober mulai semua titik sudah full B-50. Nah tentang volume dan sebagainya itu kita sesuaikan dengan kemampuan perusahaan," jelasnya.
Pertamina Patra Niaga akan terus melakukan monitoring distribusi di lapangan untuk memastikan B50 tersalurkan ke masyarakat. "Kami masih terus melakukan monitoring untuk memastikan distribusi B50 sampai ke lembaga penyalur dan dapat dikonsumsi oleh masyarakat berjalan lancar," pungkas Kitty.