KUPANG — Kapolda Nusa Tenggara Timur Irjen Pol Rudi Darmoko meninjau langsung stan-stan UMKM yang menampilkan produk unggulan lokal pada hari pertama bazar. Ia berdialog dengan para pelaku usaha dan memberikan apresiasi atas kreativitas mereka dalam mengembangkan produk.
"Melalui kegiatan ini kami ingin memberikan ruang bagi para pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk-produknya kepada masyarakat sekaligus membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau," kata Rudi Darmoko di Kupang, Jumat.
Bazar Jadi Ajang Pererat Hubungan Polri dengan Warga
Kapolda menegaskan bahwa peringatan Hari Bhayangkara ke-80 tidak sekadar seremoni internal institusi. Momentum ini dimanfaatkan untuk memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat melalui kegiatan ekonomi kerakyatan.
"Hari Bhayangkara bukan hanya menjadi perayaan bagi Polri, tetapi juga momentum untuk memperkuat sinergi, kebersamaan, dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat," ujarnya.
Hiburan Malam dan Panggung Seni Jadi Daya Tarik
Selain 123 stan UMKM dan pasar murah, panitia menyiapkan panggung hiburan setiap malam selama penyelenggaraan. Pada hari pertama, pengunjung disuguhi penampilan musik pembuka, pertunjukan sasando, paduan suara purnawirawan Polri, tari kontemporer, hingga aksi live DJ.
Penampilan personel Polda NTT, VVIP Modeling, dan Turangga Band turut memeriahkan panggung utama.
Kapolda Ajak Masyarakat Dukung Ekonomi Lokal
Rudi Darmoko mengajak warga Kota Kupang dan sekitarnya untuk memanfaatkan bazar tersebut dengan membeli produk lokal. Menurutnya, setiap pembelian merupakan dukungan nyata bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat NTT.
"Mari bersama-sama mencintai dan membeli produk lokal, karena setiap produk yang kita beli merupakan dukungan nyata bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat Nusa Tenggara Timur," ajaknya.
Bazar UMKM dan pasar murah ini terbuka untuk umum dan berlangsung di Lapangan Bhayangkara Polda NTT hingga Minggu (5/7).