Pencarian

Foraken dan WVI Deklarasi Anti Kekerasan Anak di Ende, Bupati Ajak Orang Tua Cegah Fatherless

Sabtu, 01 Agustus 2026 • 20:40:01 WIB
Foraken dan WVI Deklarasi Anti Kekerasan Anak di Ende, Bupati Ajak Orang Tua Cegah Fatherless
Bupati Ende Yosef Benediktus Badeoda menandatangani deklarasi anti kekerasan terhadap anak bersama Foraken dan WVI di Ende.

ENDE — Deklarasi ini menjadi rangkaian peringatan Hari Anak Nasional (HAN) yang jatuh pada 23 Juli 2026. Penandatanganan dilakukan langsung oleh Bupati Ende Yosef Benediktus Badeoda pada baliho bertuliskan "akhiri kekerasan terhadap anak dimulai dari saya", disusul Area Program Manager Klaster Flores Tengah WVI Abner Sembong dan Ketua Foraken Alexandra Divafirst Djou.

Alexandra menegaskan deklarasi ini bukan sekadar seremoni. Ia menyebut ada tiga poin utama yang ingin ditekankan: menolak kekerasan fisik, mencegah perundungan verbal, dan menciptakan ruang ramah anak.

"Anak-anak itu memiliki hak untuk tumbuh berkembang, perlindungan, dan kasih sayang," ujarnya dalam keterangan yang diterima redaksi, Sabtu (1/8/2026).

Suara Anak Diserahkan ke Pemkab Ende

Di momen yang sama, Foraken turut menyerahkan dokumen suara anak kepada Pemerintah Kabupaten Ende. Dokumen ini menjadi bahan masukan bagi pemda dalam merancang kebijakan perlindungan anak ke depan.

Alexandra mengajak seluruh pemangku kepentingan bergandengan tangan menjaga dan melindungi anak. Harapannya, tidak ada lagi anak putus sekolah, menjadi korban perundungan, atau kekerasan di wilayah Kabupaten Ende.

Bupati: Keluarga Rapuh Hancurkan Masa Depan Anak

Yosef mengingatkan bahwa anak tidak akan bertumbuh baik di tengah keluarga yang tidak utuh. Ia menyoroti fenomena fatherless dan motherless—kondisi anak tumbuh tanpa figur ayah atau ibu—yang dinilainya semakin marak.

"Kita tidak mungkin bisa menyayangi, melindungi, dan membangun masa depan anak jika keluarga kita rapuh. Jangan sampai di rumah kita ada kondisi fatherless dan motherless," kata Yosef.

Kepala daerah itu juga menyoroti pelibatan anak dalam aksi demonstrasi, seperti yang terjadi saat polemik kasus sempadan pantai Ndao. Menurutnya, anak-anak harus dibiarkan hidup sesuai dunianya tanpa dibebani persoalan orang tua.

"Jadi bapak ibu sekalian, ini pesan saya untuk kita semua ya. Biarkan anak dengan dunianya," tegasnya.

Program Family for Life: Libur Keluarga di Lapangan

Sebagai langkah konkret, Pemkab Ende tengah mendorong program Family for Life. Program ini mengajak orang tua meluangkan minimal satu hari libur setiap pekan untuk beraktivitas dan bermain bersama anak.

Yosef berencana menuangkan kebijakan ini dalam Peraturan Bupati (Perbup). Orang tua nantinya diminta mengajak anak berkumpul di ruang publik seperti Lapangan Marilonga, halaman kantor bupati, atau taman kota.

"Nanti saya akan buat dalam Perbup permohonan saja bahwa meminta orang tua untuk menghadirkan anak-anak mereka di hari libur, di salah satu hari libur dalam setiap minggu untuk berkumpul bermain bersama dengan orang tuanya," jelas Yosef.

Ia berharap seluruh komponen masyarakat memperkuat komitmen memenuhi hak anak, melindungi dari kekerasan, dan memberi kesempatan seluas-luasnya bagi anak untuk tumbuh, berkembang, berpartisipasi, serta mewujudkan cita-citanya.

Follow kabarbajo.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: ekorantt.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks