Pencarian

Suami di Malaka NTT Bacok Pasangan hingga Tewas di Depan Anak Kandung gegara Sengketa Sertifikat Tanah

Senin, 03 Agustus 2026 • 13:43:01 WIB
Suami di Malaka NTT Bacok Pasangan hingga Tewas di Depan Anak Kandung gegara Sengketa Sertifikat Tanah
Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi pembacokan di Desa Tesa, Malaka, Nusa Tenggara Timur.

MALAKA — Peristiwa berdarah itu terjadi di RT 01, Desa Tesa, sekitar pukul 11.30 Wita. Kapolres Malaka AKBP Riki Ganjar Gumilar membenarkan bahwa dugaan tindak pidana pembunuhan tersebut dilatarbelakangi perselisihan terkait kepemilikan sertifikat tanah.

"Dugaan tindak pidana pembunuhan tersebut dikarenakan sebelumnya terjadi pertengkaran antara terduga pelaku dengan korban terkait sertifikat tanah," ujar Riki kepada detikBali, Senin (3/8/2026).

Kronologi: Teguran Saksi Tak Diindahkan, Parang Langsung Disabetkan ke Kepala

Berdasarkan keterangan saksi, sebelum kejadian, BB dan Theresia sempat terlibat adu mulut yang cukup keras. Pertengkaran itu bahkan sempat terdengar oleh seorang saksi yang kemudian datang menegur keduanya agar menghentikan keributan.

Setelah ditegur, Theresia memilih masuk ke dalam rumah. Namun, BB disebut masih terus memarahinya dari luar. Saksi yang melihat situasi tak kunjung mereda kembali menegur pelaku, tetapi karena tidak dihiraukan, saksi akhirnya memutuskan pulang ke rumahnya.

"Jadi setelah meninggalkan rumah korban, saksi masih mendengar terduga pelaku terus bertengkar dengan korban," tutur Riki.

Anak Kandung Menyaksikan Aksi Pembacokan di Depan Mata

Tak lama berselang, BB diduga mengambil parang yang disandang di bahu kanannya. Dalam kemarahan, ia langsung menebas kepala Theresia secara berulang kali hingga korban mengeluarkan banyak darah dan tewas di tempat.

"Itu kan berawal dari masalah sertifikat tanah sehingga terduga pelaku mengambil parang dan menebas korban di bagian kepala secara berulang kali hingga meninggal dunia," urai Riki.

Usai membacok korban, BB mengambil tas lalu melarikan diri dari rumah. Anak kandung Theresia yang menyaksikan kejadian itu langsung histeris dan berteriak meminta pertolongan para tetangga.

Polisi Lakukan Olah TKP, Pelaku Masih Buron

Laporan warga kemudian diteruskan ke Pemerintah Desa Tesa dan selanjutnya disampaikan kepada polisi. Personel Polres Malaka yang mendapat laporan langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan barang bukti.

Dari hasil pemeriksaan dokter Puskesmas Nurobo, dipastikan korban meninggal akibat kekerasan menggunakan benda tajam di bagian kepalanya. "Hasil pemeriksaan oleh dokter Puskesmas Nurobo bahwa korban meninggal akibat kekerasan menggunakan benda tajam di bagian kepalanya," imbuh Riki.

Bukan Pasangan Sah, Pelaku Kerap Lakukan Kekerasan

Polisi mengungkap fakta mengejutkan lainnya. BB dan Theresia ternyata bukan pasangan suami istri yang sah, meskipun keduanya telah memiliki tiga orang anak. Riki menambahkan, BB juga memiliki riwayat sering memarahi hingga menganiaya korban dalam kehidupan sehari-hari.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan pengejaran terhadap BB yang kabur usai melancarkan aksinya. Disinggung mengenai status penangkapan, Riki belum memberikan respons lebih lanjut.

Follow kabarbajo.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks