FLORES TIMUR — Aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-Laki kembali meningkat. Erupsi terbaru terpantau pada Selasa pukul 12.42 WITA dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 300 meter di atas puncak, atau mencapai 1.884 meter di atas permukaan laut.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-Laki, Bramantya Aji Putra Mahendra, melaporkan abu vulkanik berwarna kelabu dengan intensitas tebal. Arah sebaran abu condong ke barat hingga barat laut mengikuti arah angin.
Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 29,6 milimeter dan durasi sekitar tiga menit 17 detik.
Rekomendasi PVMBG: Radius Aman 5 Kilometer dari Puncak
PVMBG meminta masyarakat dan wisatawan untuk tidak melakukan aktivitas apa pun dalam radius lima kilometer dari pusat erupsi. Larangan ini berlaku untuk semua area di sekitar kawah yang berpotensi terdampak lontaran material pijar dan awan panas.
Masyarakat yang bermukim di sekitar aliran sungai juga diminta meningkatkan kewaspadaan. PVMBG mengingatkan potensi banjir lahar hujan jika terjadi hujan berintensitas tinggi di puncak gunung.
Wilayah yang perlu diwaspadai meliputi Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote. Lahar dapat mengalir melalui sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Lewotobi Laki-Laki.
Warga Terdampak Hujan Abu Diminta Pakai Masker
Bagi masyarakat yang terdampak hujan abu vulkanik, PVMBG mengimbau agar menggunakan masker atau penutup hidung dan mulut. Langkah ini untuk mengurangi risiko gangguan pada sistem pernapasan akibat menghirup partikel abu halus.
PVMBG juga meminta warga tetap tenang dan mengikuti arahan pemerintah daerah setempat. Masyarakat diminta tidak mudah mempercayai informasi yang belum jelas sumbernya terkait aktivitas gunung api tersebut.
Koordinasi Penanganan Darurat Terus Dilakukan
PVMBG menyatakan akan terus berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTT dan BPBD Kabupaten Flores Timur. Koordinasi ini mencakup penyampaian informasi terkini serta upaya mitigasi terhadap aktivitas gunung.
Pemerintah Kabupaten Flores Timur diminta terus berkomunikasi dengan Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-Laki di Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang. Pos pengamatan menjadi pusat informasi resmi mengenai perkembangan aktivitas gunung.
Informasi terbaru juga dapat diperoleh melalui PVMBG Badan Geologi untuk memastikan langkah kesiapsiagaan warga sesuai dengan kondisi aktual di lapangan.