Pencarian

Gempa NTT: 14 Personel Kementerian PU Periksa Rumah Sakit hingga Kantor Bupati di Labuan Bajo

Rabu, 19 Agustus 2026 • 16:57:01 WIB
Gempa NTT: 14 Personel Kementerian PU Periksa Rumah Sakit hingga Kantor Bupati di Labuan Bajo
Personel Kementerian PU memeriksa kondisi Rumah Sakit Komodo di Labuan Bajo pascagempa NTT.

KUPANG — Tim gabungan Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan (BPBPK) NTT mulai menyisir bangunan-bangunan publik yang rusak akibat gempa di wilayah barat Pulau Flores. Sebanyak 11 personel tambahan diberangkatkan dari Kupang menuju Labuan Bajo, Manggarai Barat, pada Rabu (19/8/2026) untuk bergabung dengan tiga personel yang lebih dulu berada di lapangan.

Mereka akan memeriksa secara rinci kondisi Rumah Sakit Komodo, Kantor Bupati Manggarai Barat, dan sejumlah fasilitas umum lainnya. Hasil pemeriksaan ini menjadi dasar untuk menentukan apakah bangunan masih layak dipakai atau perlu perbaikan struktural.

Prioritas pada Fasilitas Pelayanan Dasar Masyarakat

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan percepatan pendataan ini bertujuan memulihkan layanan publik bagi warga yang terdampak. "Yang penting sekarang bagaimana kebutuhan masyarakat bisa segera kita layani," ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu.

Pemeriksaan awal difokuskan pada bangunan yang masuk kategori pelayanan dasar, seperti fasilitas kesehatan, perkantoran pemerintah, dan rumah ibadah. Setelah proses di Labuan Bajo rampung, tim akan bergerak ke Ruteng dan wilayah terdampak lainnya untuk melakukan asesmen serupa.

Perbaikan Jaringan Air Bersih di Ende dan Sekitarnya

Di sisi lain, Kementerian PU juga mengecek sarana prasarana air minum di Kabupaten Nagekeo, Ende, dan Sikka sejak dua hari terakhir. Tim tidak hanya mendata kerusakan, tetapi langsung menangani gangguan yang ditemukan di lapangan.

Salah satu perbaikan yang sudah dilakukan berada di Kabupaten Ende. Jaringan perpipaan pada Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Inpres 2024 IKK Nangaba di Kecamatan Ende diperbaiki agar pasokan air bersih kembali mengalir ke rumah warga.

Pemeriksaan menyasar Instalasi Pengolahan Air (IPA), jaringan perpipaan, sarana distribusi, hingga tampungan air yang tersedia di masyarakat. Dalam proses ini, BPBPK NTT melibatkan Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL) Program Pamsimas untuk mempercepat pendataan di tingkat desa.

10 Personel Tambahan untuk Maumere, Ende, dan Nagekeo

Untuk menangani infrastruktur air, Kementerian PU kembali memberangkatkan 10 personel dari Kupang pada hari yang sama. Mereka ditugaskan memeriksa sarana air minum di Maumere, Ende, dan Nagekeo sekaligus mengidentifikasi kebutuhan dukungan lanjutan di lokasi terdampak.

Langkah ini diambil untuk memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi di tengah kondisi darurat pascagempa. Hasil pemeriksaan menyeluruh nantinya akan menjadi acuan pemerintah dalam menentukan skala perbaikan bangunan dan infrastruktur di NTT.

Follow kabarbajo.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kupang.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks