Gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,8 mengguncang wilayah perairan Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Minggu (23/8) dini hari. Pusat gempa berada di kedalaman 31 kilometer, berjarak 84 kilometer timur laut Ruteng. BMKG memastikan informasi ini masih bisa berubah seiring kelengkapan data.
RUTENG — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa bumi magnitudo 4,8 terjadi di wilayah perairan Manggarai, NTT. Getaran terekam pada pukul 00.42 WITA, Minggu (23/8), dengan pusat gempa di koordinat 7,85 derajat Lintang Selatan dan 120,50 derajat Bujur Timur.
Hingga berita ini diturunkan, BMKG belum mengeluarkan peringatan dini tsunami. Belum ada pula laporan resmi mengenai kerusakan bangunan atau korban jiwa akibat guncangan tersebut.
Dua Kali Getaran dalam 16 Menit
Gempa magnitudo 4,8 ini bukan kejadian tunggal. Sekitar 16 menit sebelumnya, tepatnya pukul 00.26 WITA, wilayah yang sama juga diguncang gempa berkekuatan magnitudo 4,0.
Gempa pendahulu itu berpusat pada koordinat 7,95 derajat Lintang Selatan dan 120,56 derajat Bujur Timur, atau berjarak 74 kilometer dari Ruteng. Kedalamannya tercatat lebih dangkal, yakni 14 kilometer.
Intensitas Aktivitas Seismik Meningkat
BMKG mencatat dalam beberapa jam sebelum kejadian utama, perairan NTT dilanda serangkaian gempa kecil dengan magnitudo antara 2,0 hingga 4,0. Rangkaian aktivitas seismik ini menunjukkan peningkatan energi di zona tersebut.
Data sementara yang diunggah BMKG melalui akun resmi X menyebutkan hasil pengolahan data belum stabil. Pihaknya masih terus memantau perkembangan dan akan memperbarui informasi jika ada perubahan signifikan.
Masyarakat pesisir Manggarai diminta tetap tenang namun waspada, serta mengikuti arahan petugas setempat terkait potensi gempa susulan.