Pencarian

BMW Pertahankan Layar Sentuh dan Voice Control, Klaim Generasi Muda Lebih Suka Multitasking

Rabu, 26 Agustus 2026 • 13:08:01 WIB
BMW Pertahankan Layar Sentuh dan Voice Control, Klaim Generasi Muda Lebih Suka Multitasking
BMW Group Australia menegaskan penggunaan layar sentuh dan perintah suara pada model terbarunya merupakan respons terhadap kebiasaan generasi muda yang terbiasa multitasking.

NUSA TENGGARA TIMUR — Keputusan BMW untuk mempertahankan kontrol berbasis layar sentuh dan perintah suara di tengah tren industri yang kembali ke tombol fisik mendapat pembelaan dari petingginya. BMW Group Australia CEO Vikram Pawah mengatakan perubahan ini adalah konsekuensi dari evolusi perilaku konsumen, bukan sekadar tren desain interior.

"Kami bisa melihat bahwa voice dan touch menjadi semakin umum," ujar Pawah dalam sebuah wawancara baru-baru ini, dikutip dari CarExpert.

Argumen Multitasking di Balik Desain Interior Baru

Pawah menjelaskan bahwa generasi muda memiliki cara berinteraksi yang berbeda dengan teknologi dibandingkan generasi sebelumnya. Kelompok usia di bawah 45 tahun dinilai lebih cepat beradaptasi dengan antarmuka digital dan cenderung melakukan banyak hal dalam satu waktu.

"Mungkin ini soal generasi. Banyak generasi muda, mungkin usia 45 ke bawah, mereka terhubung dengan teknologi ini lebih cepat, menggunakan voice, menggunakan touch. Mereka ingin semuanya selesai dengan cepat dan mereka multitasking," jelas Pawah.

Pernyataan ini menarik karena sejumlah pabrikan lain justru mulai menghadirkan kembali tombol fisik setelah mendapat kritik pengemudi soal kesulitan mengoperasikan fitur dasar tanpa mengalihkan pandangan dari jalan.

Neue Klasse Jadi Ujian Penerimaan Pasar

Model-model Neue Klasse yang menjadi andalan BMW dalam transisi elektrifikasi akan menjadi ujian nyata apakah pendekatan ini diterima pasar. BMW meyakini bahwa antarmuka digital yang responsif, dipadukan dengan asisten suara yang mumpuni, bisa menggantikan fungsi tombol fisik tanpa mengorbankan keselamatan berkendara.

Pernyataan Pawah ini sekaligus menjawab spekulasi bahwa BMW akan mengikuti jejak pabrikan lain yang meredesain kabinnya dengan lebih banyak kontrol fisik. Sebaliknya, BMW justru menggandakan investasi pada teknologi voice recognition dan optimalisasi antarmuka layar sentuh.

Keputusan ini punya implikasi luas, terutama bagi pasar Indonesia di mana BMW kerap menjadi acuan bagi pabrikan premium lain dalam hal teknologi kabin. Jika pendekatan ini terbukti berhasil di pasar global, bukan tidak mungkin strategi serupa akan semakin diperkuat pada model-model yang masuk ke Tanah Air.

Follow kabarbajo.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: thedrive.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks