Pencarian

Kemenkes Kerahkan 206 Tenaga Cadangan Kesehatan ke 6 Kabupaten Terdampak Gempa NTT, 91 Orang Meninggal

Kamis, 27 Agustus 2026 • 00:22:31 WIB
Kemenkes Kerahkan 206 Tenaga Cadangan Kesehatan ke 6 Kabupaten Terdampak Gempa NTT, 91 Orang Meninggal
Kementerian Kesehatan memberangkatkan 206 tenaga cadangan kesehatan untuk memperkuat layanan di enam kabupaten terdampak gempa NTT.

Kementerian Kesehatan memberangkatkan 206 relawan Tenaga Cadangan Kesehatan (TCK) untuk memulihkan layanan kesehatan di enam kabupaten terdampak gempa magnitudo 7,7 di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur. Bencana yang terjadi pada 15 Agustus itu tercatat menewaskan 91 orang dan memaksa 161.874 warga mengungsi. Para relawan akan bertugas selama 14 hari untuk memperkuat fasilitas kesehatan yang lumpuh akibat gempa.

JAKARTA — Sebanyak 128 tenaga medis dari berbagai spesialisasi resmi diberangkatkan Kementerian Kesehatan ke enam kabupaten terdampak gempa di Pulau Flores, NTT. Mereka akan bergabung dengan 78 dokter internsip yang telah berada di lokasi sejak awal bencana.

Enam wilayah dengan dampak terparah yang menjadi tujuan penugasan meliputi Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Berdasarkan data Pusat Krisis Kesehatan per 23 Agustus, gempa berkekuatan 7,7 magnitudo itu melumpuhkan sejumlah fasilitas kesehatan setempat.

Beban Berat: 1,9 Juta Jiwa Terdampak dan Puluhan Fasilitas Kesehatan Lumpuh

Dampak gempa dirasakan luas oleh masyarakat di tujuh kabupaten/kota. Selain korban jiwa dan 161.874 pengungsi, ratusan warga lainnya mengalami luka-luka dan membutuhkan perawatan intensif.

Sekretaris Jenderal Kemenkes, Kunta Wibawa Dasa Nugraha, menegaskan bahwa kelumpuhan fasilitas kesehatan di lokasi bencana menjadi prioritas utama yang harus segera diatasi. Kehadiran relawan tambahan ini dinilai krusial untuk menjaga kesinambungan layanan esensial bagi para korban.

Instruksi Tegas: Fokus pada Krisis Medis dan Keselamatan Relawan

Sebelum berangkat, Kunta memberikan tiga instruksi tegas kepada para relawan. Pertama, fokus mengidentifikasi dan menyelesaikan krisis medis di lapangan. Kedua, seluruh elemen harus bekerja sebagai satu tim yang solid tanpa memandang latar belakang institusi.

"Saudara berangkat untuk membantu korban, bukan menjadi korban berikutnya. Jangan menganggap kelelahan sebagai tanda pengabdian," ujar Kunta dalam keterangan resminya, Rabu.

Instruksi ketiga yang ditekankan adalah kewajiban memprioritaskan keselamatan diri. Hal ini menjadi pengingat penting bagi para tenaga kesehatan yang akan bekerja di medan bencana dengan kondisi geografis yang menantang.

Spesialis Ortopedi dan Bidan: Garda Terdepan Tangani Cedera Reruntuhan

Kepala Pusat Krisis Kesehatan, Agus Jamaludin, merinci tim yang diberangkatkan terdiri atas dokter umum, dokter spesialis penyakit dalam, anak, bedah, dan ortopedi. Tenaga kesehatan lainnya meliputi perawat, bidan, dan tenaga farmasi.

Muhammad Amir Sahala, dokter spesialis ortopedi dari RS Fatmawati yang ditugaskan di RSUD Borong, Manggarai Timur, menyadari tingginya kebutuhan medis korban cedera akibat reruntuhan. "Banyak korban yang membutuhkan di tengah kekurangan tenaga kesehatan saat ini. Pasti kita akan jadi respons utama untuk membantu korban agar semua dapat tertangani dan mendapat perawatan yang terbaik," ungkap Amir.

Panggilan Kemanusiaan: Relawan Mengaku "Nagih" Bertugas di Medan Bencana

Di tengah beratnya tugas, semangat para relawan justru tumbuh dari pengalaman. Bidan Istiqomah, pegawai RSUP Fatmawati yang ditugaskan ke Kabupaten Nagekeo, mengaku ini menjadi pengalaman keduanya setelah bertugas menangani krisis di Tamiang, Aceh, pada Desember 2025.

"Kalau buat saya, menjadi relawan ini rasanya malah nagih. Persiapannya yang paling utama adalah fisik dan obat-obatan pribadi. Harapannya, semoga semua warga di Ende bisa kita bantu dan lekas pulih," tuturnya.

Kehadiran TCK diharapkan mampu memperkuat tenaga kesehatan daerah yang telah bekerja sejak awal bencana. Penugasan ini berlangsung hingga kapasitas kesehatan daerah pulih sepenuhnya.

Follow kabarbajo.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kupang.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks