KUPANG — Perum Bulog mempercepat penyaluran bantuan pangan bagi masyarakat terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur. Hingga 13 September 2026, total beras yang telah disalurkan mencapai 1.840.485 kilogram atau hampir 1.900 ton.
Rinciannya, 1.735.985 kilogram berasal dari Cadangan Beras Pemerintah (CBP) untuk penanganan bencana alam dan 104.500 kilogram melalui CPPD/KLDI. Selain beras, Bulog merealisasikan 7.000 liter minyak goreng untuk kebutuhan warga terdampak.
Delapan Kabupaten/Kota Jadi Sasaran Penyaluran
Bantuan menjangkau wilayah terdampak di Kabupaten Ende, Sikka, Manggarai, Manggarai Timur, Nagekeo, Ngada, Manggarai Barat, serta Kota Kupang. Penyaluran menjadi bagian dari upaya memastikan dukungan pangan tersedia selama proses penanganan dan pemulihan pascabencana.
Realisasi pagu CBP bencana alam di Ende, Sikka, Manggarai, Manggarai Timur, Nagekeo, dan Manggarai Barat telah mencapai 100 persen. Sementara penyaluran di Kabupaten Ngada baru terealisasi 77,52 persen.
Stok Beras NTT Ditambah dari Lima Wilayah
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyatakan pihaknya tidak hanya fokus pada percepatan distribusi, tetapi juga menyiapkan penguatan stok. Saat ini stok beras di Kanwil Bulog NTT tercatat 26,336 juta kilogram.
Bulog akan menambah pasokan sekitar 67,466 juta kilogram dari Kanwil DKI Jakarta dan Banten, Jawa Timur, Sulawesi Selatan dan Barat, serta Nusa Tenggara Barat. Dengan penguatan tersebut, stok ke depan diproyeksikan mencapai sekitar 93,782 juta kilogram.
"Dengan penguatan tersebut, stok ke depan diproyeksikan mencapai sekitar 93,782 juta kilogram," ujar Ahmad Rizal dalam konferensi pers di Ruang Supply Chain Command Tower (SCCT) Perum Bulog Kantor Pusat, Jakarta, Senin (14/9).
Bantuan Pangan Lanjutan untuk Seluruh NTT
Setelah penyaluran CBP bencana alam dan CPPD/KLDI, Bulog akan melanjutkan penyaluran Bantuan Pangan ke seluruh wilayah Provinsi NTT. Program itu menyasar masyarakat yang membutuhkan dukungan pangan dengan prinsip tepat jumlah, tepat kualitas, dan tepat waktu.
"Kami ingin memastikan masyarakat yang membutuhkan memperoleh dukungan pangan secara tepat jumlah, tepat kualitas, dan tepat waktu," tambahnya.
Ketua Komisi VI DPR RI Anggia Ermarini mengapresiasi respons cepat Bulog dalam penanganan bencana sekaligus menjaga ketersediaan pangan di NTT.
"Kami mengapresiasi langkah BULOG yang bergerak cepat memastikan beras tersedia dan dapat segera disalurkan kepada masyarakat terdampak," katanya.
Bulog menyatakan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lain agar penanganan pangan pascabencana berjalan berkelanjutan. Jaringan gudang dan infrastruktur distribusi menjadi bagian penting dalam mempercepat mobilisasi stok ke wilayah terdampak.