NUSA TENGGARA TIMUR — Stadion Utama Gelora Bung Karno dan Stadion Si Jalak Harupat telah ditetapkan sebagai venue pertandingan. Indonesia berada di Grup A bersama tiga negara tetangga dan satu tim Asia Selatan yang siap memberikan kejutan.
Malaysia Jadi Lawan Terbanyak Indonesia
Dari data yang dirilis 11v11, Indonesia paling sering berhadapan dengan Malaysia di antara tim-tim di Grup A. Kedua tim sudah bertemu sebanyak 85 kali.
Rinciannya, Indonesia menang 33 kali, imbang 18 kali, dan kalah 34 kali. Selisih satu kekalahan membuat rekor pertemuan ini sangat ketat dan berpotensi menjadi laga paling panas di fase grup.
Singapura: 60 Pertemuan, Indonesia Lebih Dominan
Melawan Singapura, Indonesia tercatat menjalani 60 pertandingan. Tim Merah Putih menang 30 kali, imbang 11 kali, dan kalah 19 kali.
Rekor ini menunjukkan Indonesia punya keunggulan atas Singapura. Meski demikian, laga derby Melayu selalu menyimpan tensi tersendiri, apalagi bermain di hadapan pendukung sendiri.
Bangladesh: Lawan Paling Jarang Dijumpai
Bangladesh menjadi lawan paling jarang dihadapi Indonesia dari Grup A. Kedua tim baru bertemu tujuh kali.
Dari tujuh pertemuan itu, Indonesia menang empat kali, imbang dua kali, dan kalah satu kali. Catatan ini menjadi modal positif, tetapi Bangladesh tetap perlu diwaspadai karena bisa menjadi kuda hitam di grup.
Statistik Head-to-Head Indonesia di Grup A
- Vs Malaysia: 85 pertandingan — 33 menang, 18 imbang, 34 kalah
- Vs Singapura: 60 pertandingan — 30 menang, 11 imbang, 19 kalah
- Vs Bangladesh: 7 pertandingan — 4 menang, 2 imbang, 1 kalah
Jadwal dan Peluang Indonesia
FIFA ASEAN Cup 2026 berlangsung mulai 24 September hingga 5 Oktober 2026. Sebagai tuan rumah, Indonesia memiliki keuntungan bermain di hadapan suporter sendiri.
Dengan rekor head-to-head yang cukup seimbang melawan Malaysia dan dominan atas Singapura serta Bangladesh, peluang Indonesia lolos dari fase grup terbuka lebar. Namun, konsistensi dan kondisi skuad akan menjadi faktor penentu.