NUSA TENGGARA TIMUR — Sebanyak 1.000 ton tepung terigu bantuan kemanusiaan tiba di Jalur Gaza dan langsung dialokasikan ke toko-toko roti dengan dukungan World Food Programme (WFP). Ketua Asosiasi Pembuat Roti Jalur Gaza, Abdel Nasser al-Ajrami, memastikan tepung itu tidak dijual di pasar bebas. Pengiriman berikutnya dengan jumlah sama dijadwalkan tiba pada Senin (26/10).
Pengiriman tahap berikutnya dengan jumlah yang sama dijadwalkan tiba pada Senin (26/10). Kedatangan bantuan ini menjadi salah satu upaya menjaga ketersediaan pangan bagi warga Gaza di tengah krisis yang belum surut.
Ke Mana Tepung Itu Disalurkan
Ketua Asosiasi Pembuat Roti Jalur Gaza, Abdel Nasser al-Ajrami, mengatakan seluruh pasokan akan dialokasikan ke toko roti. Ia menegaskan tepung bantuan tidak akan dijual di pasaran.
"Seluruh pasokan akan dialokasikan ke toko-toko roti dengan dukungan dari Program Pangan Dunia (WFP), dan tepung ini tidak akan dijual di pasaran," ujar al-Ajrami, seperti dikutip kantor berita RIA Novosti melalui Antara.
Penyaluran lewat toko roti dipilih agar bantuan langsung menyentuh kebutuhan pangan warga. Roti menjadi salah satu bahan pokok yang paling bergantung pada pasokan tepung.
Pasokan Hanya Cukup untuk Sehari
Menurut al-Ajrami, 1.000 ton tepung yang tiba hanya mencukupi kebutuhan operasional toko roti selama satu hari. Artinya, tambahan bantuan pangan yang berkelanjutan masih dibutuhkan warga Gaza.
Keterbatasan operasional pos pemeriksaan perbatasan serta hambatan masuknya bantuan kemanusiaan dan bahan pangan disebut memperburuk krisis pangan di Jalur Gaza. Kondisi itu meningkatkan ancaman kelaparan bagi masyarakat setempat.
Penggilingan Gandum Perlu Dihidupkan Lagi
Pemulihan produksi pangan tidak cukup hanya dengan mendatangkan tepung jadi. Al-Ajrami menilai fasilitas penggilingan gandum harus dioperasikan kembali agar pasokan tepung tersedia lebih berkesinambungan.
"Untuk mengatasi krisis dan kembali mengoperasikan toko-toko roti yang telah tutup di wilayah kantong tersebut, sebuah pabrik penggilingan gandum harus dihidupkan kembali," kata al-Ajrami.
Tanpa penggilingan yang berfungsi, pasokan tepung tetap bergantung pada kiriman luar. Ketergantungan ini membuat ketersediaan pangan rentan setiap kali jalur masuk bantuan tersendat.
Kondisi Kemanusiaan Gaza Belum Pulih
Situasi kemanusiaan di Jalur Gaza masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari kerusakan infrastruktur dan layanan publik, gangguan fasilitas medis, hingga keterbatasan pasokan kebutuhan pokok.
Meskipun gencatan senjata telah berlaku sejak Oktober 2025, laporan yang dikutip dalam naskah sumber menyebut militer Israel masih melancarkan serangan dengan alasan menargetkan fasilitas dan anggota Hamas.
Kedatangan bantuan tepung terigu menambah pasokan pangan, tetapi keberlanjutan distribusi dan pemulihan infrastruktur produksi pangan tetap menjadi faktor penentu. Warga Gaza masih membutuhkan aliran bantuan yang tidak terputus.