NUSA TENGGARA TIMUR — Bougenville yang berwarna-warni di Camp Elephant Flying Squad, Taman Nasional Tesso Nilo, Riau, menyimpan fakta botani yang sering salah dipahami. Bagian paling mencolok dari tanaman ini bukanlah bunga, melainkan daun pelindung. Berikut sejumlah fakta yang perlu kamu tahu soal bunga kertas ini.
Camp Elephant Flying Squad di Taman Nasional Tesso Nilo, Riau, punya pemandangan yang sedikit berbeda dari camp konservasi kebanyakan. Deretan bougenville dengan braktea berwarna cerah membuat lingkungan camp terlihat lebih hidup. Di balik tampilannya, ada beberapa hal soal tanaman ini yang jarang dibahas.
1. Bagian Berwarna Itu Bukan Bunga, Tapi Braktea
Warna-warni yang selama ini dikira kelopak bunga bougenville sebenarnya adalah braktea, yakni daun pelindung yang mengelilingi bunga. Bunga aslinya berukuran kecil dan umumnya berwarna putih atau kekuningan, letaknya di bagian tengah kelompok braktea. Jadi, yang menarik perhatian saat kamu melihat bougenville justru bukan bunganya.
2. Sebutan Bunga Kertas Muncul dari Tekstur Braktea
Braktea bougenville relatif tipis dengan tekstur menyerupai kertas, terutama saat mulai mengering. Karakter inilah yang membuat tanaman ini dikenal sebagai bunga kertas. Tekstur tersebut juga menjadi pembeda bougenville dari tanaman hias lain yang punya kelopak bunga besar.
3. Bougenville Butuh Sinar Matahari Langsung
Tanaman ini menyukai paparan sinar matahari langsung. Cahaya yang cukup mendukung pertumbuhan sekaligus membantu bougenville menampilkan warna braktea yang memikat. Karena itu, pemilihan lokasi jadi faktor penting saat merawatnya. Area terbuka dengan sinar matahari memadai lebih cocok, dengan tetap memperhatikan kondisi tanah dan kebutuhan air.
4. Toleran Kering, Tapi Tetap Butuh Penyiraman Terukur
Setelah tumbuh mapan, bougenville relatif tahan terhadap kondisi kering. Meski begitu, penyiraman tetap perlu disesuaikan dengan kelembapan media tanam. Tujuannya agar akar tidak terus-menerus berada dalam kondisi basah. Penyiraman yang berlebihan justru berisiko bagi tanaman.
5. Menambah Warna di Camp Konservasi Gajah
Camp Elephant Flying Squad berperan sebagai unit respons cepat untuk konservasi dan mitigasi konflik manusia-gajah di Taman Nasional Tesso Nilo. Di tengah fungsi tersebut, keberadaan bougenville memberi sentuhan visual yang membuat lingkungan camp terlihat lebih ceria, hijau, dan asri. Perpaduan tanaman hias, pepohonan, dan ruang terbuka menghadirkan suasana yang lebih nyaman.
Bougenville membuktikan bahwa keindahan alam tak selalu hadir dalam bentuk yang kita bayangkan. Bagian paling berwarna dari tanaman ini ternyata daun pelindung, bukan bunga.