KUPANG — Regenerasi atlet cricket di Kota Kupang akan dimulai dari pembinaan usia dini. Hal ini ditegaskan Wakil Wali Kota Kupang, Serena Francis, usai dilantik sebagai Ketua Umum Persatuan Cricket Indonesia (PCI) Kota Kupang masa bakti 2026-2030.
"Kalau kita ingin melihat atlet yang baik dan berprestasi, maka harus dimulai sejak dini. Ini membutuhkan proses panjang, kerja sama tim, pelatih, dan kemauan dari atlet itu sendiri," kata Serena di Kupang, Minggu.
Kepengurusan PCI Kota Kupang ke depan akan berkonsentrasi pada tiga hal. Pertama, penguatan tata kelola organisasi yang solid dan profesional. Kedua, pembinaan atlet usia muda. Ketiga, peningkatan prestasi di tingkat daerah maupun nasional.
Untuk pembinaan atlet muda, PCI Kota Kupang akan mengaktifkan kembali pembinaan di sekolah-sekolah dan klub. Kompetisi rutin juga akan digelar untuk menjaring bibit potensial sejak dini.
Serena mencontohkan sejumlah prestasi yang telah ditorehkan atlet cricket NTT. Pada Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua 2021 dan PON Aceh-Sumut 2024, atlet asal NTT berhasil meraih medali.
Menurut dia, capaian tersebut merupakan hasil dari proses panjang pembinaan yang konsisten. Ia juga mengapresiasi pengurus periode sebelumnya yang telah meletakkan fondasi organisasi dengan baik.
PCI Kota Kupang menargetkan peningkatan perolehan medali pada ajang olahraga mendatang. Selain itu, mereka juga menyiapkan atlet terbaik untuk memperkuat tim cricket Provinsi NTT maupun Indonesia.
Serena menekankan bahwa olahraga bukan hanya soal prestasi. "Olahraga juga membentuk karakter, kedisiplinan, sportivitas, serta semangat kerja sama generasi muda," ujarnya.
Ia berharap olahraga cricket semakin dikenal dan diminati oleh anak-anak muda di Kota Kupang. Pembinaan usia dini, kata dia, menjadi kunci utama dalam melahirkan atlet berprestasi yang kelak bisa menempuh pendidikan maupun berkarier di berbagai bidang.