BP3MI NTT Perkuat Edukasi dan Deteksi Dini Lewat Gerakan Migran Aman untuk Cegah TPPO di NTT

Penulis: Ginanjar Raharjo  •  Selasa, 19 Mei 2026 | 14:27:02 WIB
BP3MI NTT memperkuat Gerakan Migran Aman untuk cegah TPPO di wilayahnya.

KUPANG — BP3MI NTT resmi memperkuat Gerakan Migran Aman di wilayahnya sebagai respons atas tingginya angka pemberangkatan pekerja migran dari provinsi tersebut. Langkah ini merupakan tindak lanjut Keputusan Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia/Kepala BP2MI Nomor 755 Tahun 2026 tentang Gerakan Nasional Migran Aman.

Kepala BP3MI NTT Suratmi Hamida di Kupang, Senin, menekankan pentingnya kolaborasi seluruh pemangku kepentingan untuk menekan praktik penempatan ilegal dan TPPO. “Melalui kolaborasi seluruh stakeholder, kami berharap masyarakat NTT semakin memahami pentingnya migrasi aman untuk mencegah penempatan ilegal dan TPPO,” ujarnya.

Empat Strategi Utama: dari Edukasi Digital hingga Desa Migran Emas

Gerakan ini tidak hanya mengandalkan sosialisasi biasa. BP3MI NTT menyusun empat strategi utama: penguatan edukasi dan diseminasi informasi migran aman melalui media digital, media sosial, rumah ibadah, sekolah, kampus, desa, dan komunitas masyarakat.

Selain itu, dilakukan penguatan deteksi dini terhadap penempatan non-prosedural, pengembangan program Desa Migran Emas, serta kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, pemangku kepentingan, dan masyarakat.

Suratmi menegaskan kegiatan ini menjadi krusial bagi NTT yang selama ini dikenal sebagai salah satu daerah kantong pekerja migran Indonesia (PMI). “Oleh karena itu, upaya edukasi dan penguatan pemahaman masyarakat harus terus dilakukan secara masif, berkelanjutan, dan melibatkan seluruh unsur terkait,” katanya.

Target: Tak Ada Lagi Warga NTT Jadi Korban TPPO

Gerakan Nasional Migran Aman dirancang untuk meningkatkan literasi masyarakat mengenai prosedur migrasi yang aman dan legal. Dengan pemahaman yang kuat, para calon PMI diharapkan dapat bekerja ke luar negeri secara terlindungi, bermartabat, dan mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga serta daerah asalnya.

“Kami berharap kegiatan ini menjadi gerakan bersama yang mampu menjangkau masyarakat hingga ke desa-desa, sehingga tidak ada lagi masyarakat yang menjadi korban penempatan ilegal maupun perdagangan orang,” tegas Suratmi.

Kegiatan pencanangan dilakukan secara virtual dan dipimpin langsung Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia/Kepala BP2MI Mukhtarudin. Rangkaian acara dilanjutkan dengan sesi bincang wicara dan pembahasan kolaborasi program migran aman sepanjang tahun 2026.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan pemerintah daerah, lembaga pendidikan, tokoh agama, organisasi masyarakat sipil, media, komunitas pemerhati pekerja migran, dan Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI).

Reporter: Ginanjar Raharjo
Sumber: kupang.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top