NUSA TENGGARA TIMUR — Laporan terbaru dari jurnalis teknologi Mark Gurman menunjukkan bahwa Apple berencana memperkenalkan branding baru bernama MacBook Ultra. Keputusan ini memungkinkan raksasa teknologi asal Cupertino tersebut untuk mempertahankan desain MacBook Pro saat ini yang sangat populer di kalangan pekerja kreatif. Model MacBook Pro yang ada sekarang tetap dipertahankan demi menjaga ketersediaan port lengkap dan daya tahan baterai maksimal.
Langkah segmentasi ini didasari oleh pengalaman pahit Apple saat merombak MacBook Pro pada tahun 2016. Kala itu, Apple memangkas hampir semua port penting dan menggantinya dengan USB-C, serta memperkenalkan keyboard butterfly yang tidak andal dan Touch Bar yang kontroversial. Desain tipis tersebut justru mengorbankan performa dan daya tahan baterai yang sangat dibutuhkan pengguna profesional.
Apple membutuhkan waktu lima tahun sebelum akhirnya merilis desain ulang pada 2021 yang mengembalikan port HDMI, slot kartu SDXC, MagSafe, serta keyboard fisik konvensional. Kehadiran MacBook Ultra diproyeksikan sebagai solusi agar Apple tetap bisa berinovasi tanpa mengulangi kesalahan fatal delapan tahun lalu.
MacBook Ultra dirancang untuk menyasar pengguna yang menginginkan teknologi mutakhir dalam bodi yang lebih portabel. Berdasarkan bocoran yang beredar, laptop ini akan mengusung bodi yang jauh lebih tipis dan ringan dibandingkan MacBook Pro standar. Apple juga dikabarkan bakal menyematkan beberapa fitur baru yang belum pernah ada di lini laptop mereka sebelumnya.
Berikut adalah estimasi spesifikasi yang akan diusung oleh MacBook Ultra:
Bagi pelaku bisnis digital dan investor, pemisahan lini produk ini meminimalkan risiko bisnis yang dihadapi Apple saat melakukan transisi teknologi. Dengan mempertahankan MacBook Pro untuk komputasi berat, Apple mengamankan pendapatan dari segmen enterprise dan profesional tradisional. Di sisi lain, MacBook Ultra menjadi wadah eksperimen teknologi baru yang memiliki margin keuntungan lebih tinggi.
Langkah ini juga memperjelas peta jalan produk Apple dalam menghadapi persaingan laptop premium global. Konsumen kini diberikan pilihan tegas antara performa murni tanpa kompromi atau inovasi teknologi layar sentuh yang lebih fleksibel.