KUPANG — Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menyempatkan diri berdialog dengan aliansi mahasiswa di Bundaran Adipura, Kota Kupang, dalam kunjungan kerjanya ke Nusa Tenggara Timur (NTT) pekan lalu. Dalam pertemuan yang tidak terjadwal itu, para mahasiswa menyampaikan sejumlah persoalan akut yang mereka temukan di lapangan, khususnya di Kecamatan Amfoang.
Perwakilan mahasiswa menyoroti minimnya pembangunan infrastruktur dasar di kawasan Amfoang. Mereka menyebut kondisi sejumlah ruas jalan dan jembatan di wilayah tersebut sudah sangat memprihatinkan dan menghambat aktivitas warga.
"Infrastruktur seperti jembatan dan jalan di Amfoang sangat buruk," ujar salah satu perwakilan mahasiswa kepada Wapres Gibran di lokasi. Keluhan ini disampaikan langsung tanpa perantara, menunjukkan urgensi perbaikan yang sudah lama dinantikan masyarakat setempat.
Selain infrastruktur, isu kelangkaan BBM di Amfoang juga menjadi topik utama yang diadukan. Para mahasiswa menjelaskan bahwa distribusi bahan bakar ke wilayah pedalaman NTT itu tidak lancar, memaksa warga mengeluarkan biaya lebih besar atau menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan solar dan premium.
Gibran yang mengenakan kemeja putih terdengar serius mendengarkan setiap poin yang disampaikan. Beberapa kali ia terlihat mencatat hal-hal yang dianggap penting ke dalam buku kecilnya, sebuah gestur yang menunjukkan respons terhadap aspirasi warga muda NTT.
Meski tidak memberikan janji konkret di tempat, momen ini menjadi sinyal bahwa pemerintah pusat menerima langsung masukan dari akar rumput. Pertemuan di Bundaran Adipura itu berlangsung singkat namun sarat akan pesan tentang kesenjangan infrastruktur dan energi di wilayah timur Indonesia.
Kunjungan Gibran ke Kupang merupakan bagian dari agenda kerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari tim Wapres mengenai tindak lanjut atas keluhan mahasiswa Amfoang tersebut.