NUSA TENGGARA TIMUR — PT PLN (Persero) melalui anak usahanya, PLN Electricity Services, mulai menguji coba robot pelapis isolasi jaringan listrik di wilayah Sumatera dan Kalimantan. Proyek percontohan ini dikerjakan di Lampung, tepatnya pada jaringan tegangan menengah yang memasok kawasan wisata Pesawaran.
Direktur Utama PLN ES, Susiana Mutia, mengatakan inovasi ini dirancang untuk menekan angka gangguan listrik yang kerap dipicu faktor eksternal, seperti ranting pohon atau vegetasi yang menyentuh kabel. "Implementasi perdana ini merupakan langkah nyata PLN ES dalam menghadirkan inovasi berbasis teknologi untuk meningkatkan keandalan jaringan distribusi," ujarnya, Kamis (13/8).
Berbeda dengan metode konvensional yang mengharuskan aliran listrik diputus sementara, robot ini bekerja pada jaringan yang masih bertegangan. Dengan begitu, petugas tidak perlu memadamkan listrik saat proses pelapisan isolasi berlangsung.
Metode ini dinilai lebih aman bagi pekerja sekaligus efisien. "Melalui metode pekerjaan tanpa pemadaman, kami dapat menjaga kontinuitas pasokan listrik kepada pelanggan sekaligus meningkatkan efektivitas dan keselamatan pelaksanaan pekerjaan di lapangan," kata Susiana.
Rangkaian pekerjaan di Lampung mencakup inspeksi lapangan, analisis kondisi jaringan, proses pelapisan isolasi, hingga evaluasi hasil. Seluruh tahapan mengacu pada standar teknis yang berlaku serta prinsip keselamatan kerja (HSSE) dan tata kelola perusahaan yang baik (GCG).
General Manager PLN UID Lampung, Rizky Mochamad, menyebut kawasan Pesawaran dipilih karena menjadi penyangga aktivitas pariwisata. Keandalan pasokan di area tersebut dinilai krusial untuk mendukung pergerakan ekonomi lokal.
"Kami berharap implementasi teknologi ini dapat menurunkan gangguan jaringan yang disebabkan oleh faktor eksternal, seperti vegetasi maupun gangguan lainnya," ujar Rizky.
Sebelumnya, teknologi ini telah diperkenalkan oleh Divisi Operasi Distribusi Sumatera dan Kalimantan PT PLN (Persero) kepada 10 unit induk. Executive Vice President Operasi Distribusi Sumatera dan Kalimantan, Saleh Siswanto, menambahkan bahwa program ini menjadi salah satu langkah strategis memperkuat keandalan sistem kelistrikan, khususnya di Lampung.
PLN ES menargetkan keberhasilan proyek percontohan di Lampung bisa direplikasi ke unit kerja PLN lainnya. Pengembangan ke depan akan didukung oleh peningkatan kompetensi sumber daya manusia serta sinergi antara PLN dan PLN ES.
Susiana menilai inovasi ini menandai pergeseran layanan operasi dan pemeliharaan PLN ES menuju pola berbasis teknologi. "Inovasi ini menjadi bagian dari transformasi PLN ES dalam menghadirkan layanan Operation & Maintenance yang semakin andal, aman, dan efisien," tuturnya.
Dengan adanya robot ini, PLN berharap frekuensi pemadaman akibat gangguan teknis di jaringan distribusi dapat berkurang signifikan, seiring dengan meningkatnya kebutuhan listrik yang stabil di kawasan industri dan pariwisata Sumatera-Kalimantan.