NUSA TENGGARA TIMUR — PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 mengumpulkan 201 kantong darah dari 358 pegawai yang mendaftar dalam aksi donor darah bersama Unit Donor Darah PMI Surabaya, Rabu (28/10/2026). Kegiatan ini digelar untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda sekaligus menjaga ketersediaan stok darah bagi masyarakat Surabaya. Dari total pendaftar, tidak semua lolos seleksi kelayakan donor yang dilakukan petugas medis.
Pelindo Regional 3 mencatat 358 pegawai mengikuti pemeriksaan kesehatan dan seleksi kelayakan donor sebelum akhirnya 201 kantong darah dinyatakan berhasil dikumpulkan. Aksi sosial ini berlangsung di lingkungan perusahaan pelat merah tersebut, melibatkan pekerja dari berbagai unit kerja.
Executive Director 3 Pelindo Regional 3, Wahyu Widodo, menyebut donor darah sebagai wujud kepedulian perusahaan yang diterjemahkan lewat tindakan nyata, bukan sekadar seremonial.
Menurut Wahyu, peringatan Sumpah Pemuda memberi pesan soal persatuan dan gotong royong yang harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Nilai itu, katanya, sejalan dengan kepedulian sosial yang terus didorong di lingkungan Pelindo.
"Momentum Hari Sumpah Pemuda mengingatkan kita bahwa semangat persatuan dan gotong royong harus terus dijaga serta diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui donor darah ini, kami ingin mengajak seluruh insan Pelindo untuk tidak hanya berkontribusi dalam mendukung kelancaran layanan kepelabuhanan, tetapi juga hadir memberikan manfaat bagi masyarakat," ujar Wahyu Widodo.
Bagi Pelindo, kegiatan kemanusiaan seperti ini bukan yang pertama. Perusahaan menyatakan rutin mendorong aksi sosial sebagai bagian dari kontribusi kepada masyarakat sekitar wilayah operasi.
Pimpinan Unit Donor Darah PMI Surabaya, dr. Martono Adi Triyogo, MM., mengapresiasi konsistensi Pelindo Regional 3 dalam mendukung kegiatan donor darah. Menurutnya, partisipasi dunia usaha berperan penting menjaga pasokan darah untuk kebutuhan pasien di rumah sakit.
"Kami mengapresiasi antusiasme para pekerja Pelindo Regional 3 yang telah berpartisipasi dalam kegiatan donor darah ini. Kegiatan seperti ini sangat berarti karena ketersediaan darah bergantung pada kepedulian dan partisipasi para pendonor. Semoga semangat berbagi yang ditunjukkan dalam momentum Sumpah Pemuda ini dapat terus tumbuh dan menginspirasi lebih banyak pihak untuk berkontribusi dalam aksi kemanusiaan," ungkap Martono.
Pernyataan itu menegaskan satu hal: stok darah di PMI tidak bisa mengandalkan donor sukarela sesekali. Butuh pasokan rutin dari berbagai kalangan, termasuk perusahaan yang punya basis pekerja besar seperti Pelindo.
Pelindo Regional 3 berharap peringatan Sumpah Pemuda tidak berhenti sebagai momentum mengenang sejarah perjuangan bangsa. Perusahaan ingin nilai solidaritas dan kepedulian sosial ikut menguat lewat kegiatan yang berdampak langsung.
Komitmen serupa dinyatakan berlanjut. Pelindo Regional 3 menyebut akan terus mendorong kegiatan sosial dan kemanusiaan sebagai bagian dari tanggung jawab perusahaan kepada masyarakat, sejalan dengan semangat kolaborasi dan gotong royong.
Bagi publik Surabaya, dampaknya konkret: 201 kantong darah masuk ke stok PMI dan siap dipakai memenuhi kebutuhan pasien di rumah sakit. Bagi Pelindo, aksi ini menjadi cara memperkuat posisi perusahaan pelabuhan sebagai bagian dari masyarakat di sekitar wilayah kerjanya, bukan sekadar operator layanan kepelabuhanan.