Pencarian

Pemkot Kupang Jaring Bibit Atlet Lewat Wali Kota Cup 2026, 124 Pelajar dari 59 Sekolah Bertanding di Stadion Oepoi

Sabtu, 31 Oktober 2026 • 18:45:31 WIB
Pemkot Kupang Jaring Bibit Atlet Lewat Wali Kota Cup 2026, 124 Pelajar dari 59 Sekolah Bertanding di Stadion Oepoi
Pelajar dari 59 sekolah mengikuti Wali Kota Cup 2026 di Stadion Oepoi, Kota Kupang.

KUPANG — Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah Kota Kupang Hengky C. Malelak menyebut pembinaan olahraga sejak usia dini sebagai bagian dari investasi pembangunan sumber daya manusia. Menurutnya, prestasi tidak lahir secara instan.

"Prestasi tidak lahir secara instan. Seorang juara harus dipersiapkan sejak dini melalui latihan yang teratur, disiplin yang kuat, pendampingan pelatih yang kompeten, serta dukungan keluarga dan pemerintah," ujar Hengky saat membuka kejuaraan di Stadion Oepoi, Kota Kupang.

Peserta Merata dari Jenjang SD hingga SMA

Kejuaraan ini diikuti pelajar dari tiga jenjang pendidikan, yakni SD, SMP, dan SMA. Ketua Panitia yang juga Kepala SMA Keberbakatan Olahraga (SKO) Flobamorata Kupang Hironimus Pati menjelaskan bahwa kompetisi berlangsung selama dua hari, 30–31 Oktober 2026.

Menurut Hironimus, kegiatan ini bertujuan meningkatkan minat dan partisipasi pelajar dalam olahraga atletik. Ajang ini juga dirancang menjaring potensi atlet sejak usia dini, membentuk karakter disiplin dan sportif, serta mempererat persaudaraan antarpelajar.

Bukan Sekadar Ajang Kejar Medali

Hengky menegaskan bahwa Wali Kota Cup bukan sekadar ajang memperebutkan medali atau menentukan siapa yang tercepat, tertinggi, dan terkuat. Menurutnya, kejuaraan ini menjadi ruang pembentukan karakter dan penanaman disiplin.

"Lebih dari itu, kejuaraan ini menjadi ruang pembentukan karakter, penanaman disiplin, penguatan sportivitas, sekaligus wadah menemukan bibit-bibit atlet potensial yang kelak dapat mengharumkan nama daerah dan bangsa," kata Hengky.

Pemerintah Kota Kupang memandang olahraga sebagai bagian penting dari pembangunan sumber daya manusia. Pembangunan kota dinilai tidak cukup hanya berorientasi pada infrastruktur, tetapi juga harus membentuk manusia yang sehat, tangguh, berkarakter, dan memiliki daya saing.

Eksibisi Hoki hingga Kolaborasi dengan PASI NTT

Selain kejuaraan atletik, kegiatan ini diramaikan eksibisi olahraga hoki. Cabang olahraga tersebut diperkenalkan kepada pelajar sebagai upaya pengembangan lebih lanjut di lingkungan sekolah.

Ketua Harian Pengurus Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Provinsi NTT Fransiskus Sales menilai kejuaraan tersebut sebagai inovasi dan bentuk kolaborasi antara organisasi olahraga dengan satuan pendidikan. Menurutnya, kolaborasi itu mencakup jenjang SD, SMP, hingga SMA/SMK.

Fransiskus menekankan pentingnya menjadikan olahraga sebagai bagian dari gaya hidup masyarakat, bukan sekadar aktivitas kompetisi.

"Dengan ekosistem yang kuat dan kolaborasi berkelanjutan, olahraga diharapkan dapat berkembang menjadi ruang pembinaan prestasi sekaligus memberikan dampak sosial dan ekonomi," ujarnya.

Hengky juga berpesan kepada para peserta agar bertanding dengan penuh semangat dan menjunjung tinggi sportivitas. Kejuaraan ini menjadi tahap awal penjaringan atlet Kota Kupang menuju PON XXII 2028.

Follow kabarbajo.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kupang.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks