TIMOR TENGAH SELATAN — Program CSR hasil kolaborasi perusahaan penyedia solusi perpipaan Vinilon Group dengan organisasi nirlaba Solar Chapter itu mencakup penyediaan material dan pembangunan jaringan perpipaan HDPE, lengkap dengan fitting, valve, dan sanitary. Jaringan tersebut mengalirkan air bersih langsung ke permukiman warga Desa Ajaobaki.
Sebelum infrastruktur terbangun, warga menempuh perjalanan sekitar dua jam pulang-pergi ke mata air. Medan jalan yang terjal dan menanjak membuat perjalanan membawa 10 jeriken air menjadi beban harian yang menyita waktu dan tenaga.
Medan Terjal dan 10 Jeriken Air Jadi Beban Harian Warga
Kondisi geografis Desa Ajaobaki di Kecamatan Mollo Utara membuat akses ke sumber air tidak sederhana. Warga tidak hanya menempuh jarak jauh, tetapi juga harus melintasi tanjakan sebelum sampai di mata air.
Kebutuhan air untuk memasak, mencuci, dan sanitasi keluarga selama ini bergantung pada perjalanan tersebut. Kini jaringan perpipaan memindahkan beban itu dari pundak warga ke sistem distribusi yang tertanam di tanah.
Rp 7 Kilometer Pipa HDPE dan Target Manfaat Jangka Panjang
Jaringan dibangun menggunakan pipa HDPE sepanjang 7 kilometer. Material itu dipilih karena fleksibel dan tahan terhadap tekanan medan, cocok untuk wilayah berbukit seperti Mollo Utara.
GM Marketing Vinilon Group Christian Rudolf menyatakan penyediaan akses air bersih merupakan bagian dari kontribusi perusahaan terhadap kesejahteraan masyarakat. "Kami berharap program ini dapat membantu meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan warga Desa Ajaobaki," tuturnya.
Rudolf menambahkan, infrastruktur air tidak berhenti pada pembangunan jaringan. "Karena itu, keberlanjutan program menjadi hal penting agar akses air bersih ini dapat terus memberikan manfaat bagi warga," katanya.
Pengelolaan Jadi Kunci agar Sistem Terus Berfungsi
Founder & Executive Director Solar Chapter, Mustika Wijaya, menekankan bahwa pengembangan akses air bersih perlu mempertimbangkan kebutuhan tiap desa sekaligus keberlanjutan sistemnya. "Pengelolaan dan pemeliharaan infrastruktur juga menjadi bagian agar sistem ini dapat terus berfungsi," ungkapnya.
Pendekatan itu membuat program tidak berhenti sebagai serah terima material. Warga dan pemerintah desa memegang peran dalam merawat jaringan agar aliran air tidak terputus dalam jangka panjang.
Respons Kepala Desa Ajaobaki
Kepala Desa Ajaobaki, Obed Kase, menyampaikan apresiasi atas terlaksananya program. "Kami bersyukur dan berterima kasih akses air bersih sudah hadir bagi masyarakat Ajaobaki," tukasnya.
Obed mengungkapkan, selama ini warga menempuh perjalanan jauh dengan medan yang tidak mudah untuk mendapatkan air. "Kami berharap jaringan perpipaan ini dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari dan memberikan manfaat bagi masyarakat dalam jangka panjang," ujarnya.
Kolaborasi Vinilon Group dan Solar Chapter menjadi bagian dari upaya memperluas akses infrastruktur air bersih bagi masyarakat yang masih menghadapi keterbatasan pasokan. Bagi 1.202 warga Ajaobaki, jaringan 7 kilometer itu memangkas jarak antara rumah dan sumber air yang selama ini ditempuh dengan jeriken di punggung.