KUPANG — Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) Yandri Susanto memastikan program pengembangan potensi desa di Kabupaten Kupang mulai berjalan pada awal 2027. Saat ini, kementerian masih dalam tahap sosialisasi dan peninjauan langsung ke lapangan.
“Tahun ini kita mulai sosialisasi dan tahun 2027 awal kita akan mulai pengembangan potensi desa di NTT,” kata Yandri kepada wartawan di Kupang, Jumat.
Potensi Rumput Laut hingga Desa Ekspor
Dalam kunjungan kerjanya, Yandri bersama tim langsung meninjau Kecamatan Kupang Barat. Ia menyoroti potensi besar rumput laut di wilayah tersebut yang dinilai memiliki kualitas ekspor.
“Potensinya banyak sekali di sana, kita bisa kembangkan nanti akan kita bantu,” ujar dia.
Selain rumput laut, Kementerian juga melihat peluang pengembangan desa buah-buahan. Hasil panen dari desa ini nantinya bisa diserap untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah pusat.
Empat Klaster Pengembangan Desa
Yandri menjelaskan, program ini akan memetakan desa-desa di Kabupaten Kupang ke dalam beberapa klaster. Yakni desa petelur, desa pedaging, desa wisata, dan desa ekspor.
“Tapi nanti bisa kita up, agar bisa untuk produksi ekspor,” tuturnya.
Ia menambahkan, potensi desa wisata di Kecamatan Kupang Barat juga menjadi prioritas. Beberapa desa alternatif sudah ditinjau dan dinilai layak untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata berbasis masyarakat.
Desa Diminta Segera Ajukan Proposal
Yandri mengaku sudah membahas rencana ini dengan Gubernur NTT Melki Laka Lena dan bupati setempat. Ia berharap setiap desa segera mengajukan proposal pengembangan potensi desa masing-masing.
“Nanti pada saatnya kita akan melihat pengajuan proposal dari masing-masing desa, nanti insyaa Allah akan kita bantu,” ujar dia.
Program ini merupakan bagian dari strategi Kemendes PDT untuk mempercepat pembangunan dari tingkat desa. Dengan pendekatan berbasis potensi lokal, pemerintah pusat ingin mendorong desa-desa di NTT menjadi mandiri secara ekonomi.