SUMBA BARAT DAYA — Kabar gembira datang bagi warga Sumba Barat Daya. Bupati Ratu Ngadu Bonnu Wulla mengumumkan bahwa PT ASDP kembali mengoperasikan rute feri yang menghubungkan Bima dengan Pelabuhan Waikelo. Pelayaran perdana dijadwalkan tiba pada Sabtu, 23 Mei 2026 pagi.
Keputusan ini diambil setelah pertemuan antara pemerintah daerah dengan pihak ASDP. Sebelumnya, masyarakat mengeluhkan biaya transportasi yang membengkak karena harus memutar melalui Waingapu jika ingin menggunakan kapal feri menuju Bima.
Pelayaran Perdana Tiba Akhir Pekan Ini
Kapal feri akan berangkat dari Pelabuhan Bima dan merapat di Pelabuhan Waikelo pada Sabtu pagi. Pembukaan rute ini menjadi solusi atas keterbatasan akses laut yang selama ini menjadi kendala utama mobilitas warga.
Meskipun ada opsi penerbangan melalui Bandara Lede Kalumbang menuju Mataram, kapal feri tetap menjadi moda transportasi pilihan bagi banyak orang, terutama untuk mengangkut barang dagangan dan kebutuhan pokok.
Bupati: Akses Transportasi Kunci Dorong Ekonomi Daerah
Dalam sambutannya pada perayaan Hari Ulang Tahun Kabupaten Sumba Barat Daya ke-19, Jumat (22/5/2026), Bupati Ratu Ngadu Bonnu Wulla menekankan pentingnya transportasi laut untuk memperkuat konektivitas antarwilayah. Menurutnya, semakin terbukanya akses udara, laut, dan darat akan berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi daerah.
"Transportasi yang lebih baik akan mendukung kelancaran usaha, mobilitas masyarakat, serta pertumbuhan ekonomi daerah," ujar Bupati.
Dampak bagi Warga dan Pelaku Usaha
Dengan adanya rute feri ini, warga Sumba Barat Daya dapat mengakses pasar, pusat pemerintahan, dan fasilitas umum di luar pulau dengan lebih mudah. Para pelaku UMKM dan petani juga diuntungkan karena biaya distribusi barang ke NTB dan sekitarnya bisa lebih efisien.
Bupati berharap layanan ini dapat dimanfaatkan secara optimal untuk aktivitas sehari-hari maupun bisnis. Pemerintah daerah berkomitmen terus berkoordinasi dengan ASDP dan pihak terkait untuk memastikan kelancaran operasional kapal feri ke depan.
Pembukaan rute Bima-Waikelo menjadi langkah awal dalam membangun infrastruktur transportasi yang lebih baik di Sumba Barat Daya. Daerah ini diharapkan dapat tumbuh menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di Nusa Tenggara Timur.