NUSA TENGGARA TIMUR — Ferrari memulai era baru elektrifikasi dengan meluncurkan Ferrari Luce di Vela di Calatrava – Citta dello Sport, Roma, Italia. Lokasi ini dipilih simbolis karena tepat 79 tahun lalu, pada 25 Mei 1947, Ferrari 125 S meraih kemenangan perdananya di sirkuit Baths of Caracalla. Presiden Ferrari, John Elkann, menyatakan proyek ini melahirkan lebih dari 60 paten baru, dengan seluruh komponen utama—dari motor listrik hingga baterai—dikembangkan langsung di Maranello.
Empat Motor Listrik, Tembus 310 km/jam
Ferrari Luce menggunakan empat motor listrik yang dipasang di setiap roda, menghasilkan tenaga total 1.050 Cv. Baterai berkapasitas 122 kWh dengan sistem 800 volt memungkinkan akselerasi 0-100 km/jam dalam 2,5 detik dan kecepatan puncak lebih dari 310 km/jam. Jarak tempuh diklaim mencapai 530 km.
Suspensi aktif yang diadopsi dari Ferrari F80 dan rear wheel steering independen menjanjikan stabilitas ekstrem. Vehicle Control Unit (VCU) mengatur powertrain dan dinamika kendaraan hingga 200 kali per detik, memastikan respons setir dan pedal tetap presisi.
Desain Empat Pintu dan Kabin Futuristik
Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Ferrari menghadirkan model dengan empat pintu dan lima kursi. Identitas visual diperkuat glass house besar dan pelek 23 inci di depan serta 24 inci di belakang—terbesar yang pernah dipasang Ferrari. Kolaborasi bersama LoveFrom, studio yang dipimpin Jony Ive dan Marc Newson, membawa perspektif desain segar.
Interior menggabungkan tombol mekanis dengan layar digital multifungsi. Layar putar 15,6 inci, panel instrumen digital 10,25 inci, dan head-up display 26 inci menjadi pusat kendali. Sistem AI DiClaw mendukung perintah suara canggih dan interaksi proaktif. Fitur premium lain termasuk kursi pijat, audio 21 speaker 3.000 watt, dan lima preset audio. Kunci unik dengan layar E Ink disebut Ferrari sebagai yang pertama di dunia otomotif.
Pemesanan Dibuka, Saham Justru Anjlok
Peluncuran Luce di Roma dihadiri sekitar 1.600 pelanggan. Pemesanan resmi dibuka pada 27 Mei 2026 dan Ferrari sudah menerima pembayaran transfer bank dari konsumen yang hadir. Angka pasti pemesanan akan diumumkan pada Juli 2026 bersamaan dengan laporan keuangan kuartal kedua.
Namun respons pasar modal justru sebaliknya. Saham Ferrari turun lebih dari 8 persen pada hari Selasa setelah peluncuran, mencerminkan skeptisisme investor terhadap langkah elektrifikasi pabrikan asal Maranello ini. CEO Ferrari, Benedetto Vigna, menegaskan kritik terlalu dini dan Luce hanyalah tambahan lini produk, bukan pengganti mesin bensin atau hybrid yang sudah ada.
Kritik dari Dalam dan Luar
Mantan CEO Luca di Montezemolo menyebut langkah ini berani dan berisiko karena berpotensi mengubah citra legenda Maranello. Banyak pihak menilai tampilan Luce terlalu berbeda dari karakter Ferrari tradisional. Menanggapi hal itu, Vigna menegaskan bahwa Luce memiliki karakter unik dibanding mobil listrik lain di pasar, termasuk produk asal China. "Melihat langsung dan mencoba Luce akan menunjukkan bahwa mobil ini bukan tiruan dan tetap menjaga DNA Ferrari," ujarnya.
Aplikasi MyFerrari Luce juga diperkenalkan, memungkinkan pemilik mengatur kendaraan dari jarak jauh, termasuk mode berkendara Range, Tour, dan Performance, serta optimasi rute untuk kendaraan listrik. Ferrari Luce kini menjadi sorotan sekaligus tantangan bagi para penggemar dan kritikus—apakah masa depan Maranello akan tetap dihormati atau justru kehilangan jati diri.