KUPANG — Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda NTT menggelar Latihan Pra Operasi (Latpraops) pada Kamis (4/6/2026) di Kantor Ditlantas Polda NTT. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Direktur Lantas Polda NTT, Kombes Pol Dedy Eka Jaya Helmi, dan diikuti seluruh personel yang masuk dalam Surat Perintah Operasi Patuh Turangga 2026.
Latpraops bertujuan menyamakan persepsi, meningkatkan keterampilan, dan memastikan setiap personel memahami tugas pokoknya di lapangan. "Latpraops ini dilaksanakan agar seluruh personel memiliki pemahaman yang sama terkait sasaran, pola bertindak, hingga mekanisme penegakan hukum selama Operasi Patuh Turangga 2026," ujar Dedy Eka Jaya Helmi dalam keterangannya, Jumat (5/6/2026).
12 Sasaran Pelanggaran Prioritas
Operasi Patuh Turangga 2026 tidak sekadar menilang. Polisi mengedepankan tiga pendekatan: preemtif melalui sosialisasi dan edukasi, preventif melalui pengaturan lalu lintas di titik rawan, serta penegakan hukum profesional dan humanis melalui tilang manual maupun ETLE mobile dan statis.
Beberapa pelanggaran yang menjadi sasaran utama antara lain:
- Penggunaan telepon seluler saat berkendara
- Pengendara di bawah umur
- Boncengan lebih dari satu orang
- Tidak menggunakan helm SNI atau sabuk keselamatan
- Mengemudi dalam pengaruh alkohol
- Melawan arus dan melebihi batas kecepatan
- Kendaraan tanpa pelat nomor atau pelat nomor palsu
- Penggunaan knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis (knalpot brong)
- Travel ilegal
Kunci Sukses Berbekal Evaluasi Tahun Lalu
Dirlantas Polda NTT memaparkan hasil evaluasi Operasi Patuh Turangga 2025 yang menunjukkan tren positif. Angka kecelakaan lalu lintas turun 23 persen dibanding tahun sebelumnya. Korban meninggal dunia turun drastis 44 persen, dan korban luka berat turun 40 persen.
"Capaian tersebut menjadi motivasi bagi seluruh personel untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan pengawasan di bidang lalu lintas," tegas Dedy.
Geografis NTT: Tantangan Ekstra di Jalan Berkelok dan Rawan Longsor
Kondisi geografis NTT yang didominasi jalan berkelok, kawasan pegunungan, tanjakan, tikungan tajam, serta sejumlah ruas jalan rawan longsor menjadi perhatian khusus. Polisi mengingatkan pengguna jalan untuk meningkatkan kewaspadaan.
"Kondisi geografis NTT membutuhkan tingkat kewaspadaan yang lebih tinggi dari para pengguna jalan. Karena itu kami mengajak seluruh masyarakat untuk selalu mematuhi aturan lalu lintas demi keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya," kata Dedy.
Operasi Patuh Turangga 2026 melibatkan Polda NTT dan Polres jajaran dengan dukungan instansi terkait. Polisi berharap operasi ini mampu menekan angka fatalitas kecelakaan sekaligus membangun budaya tertib berlalu lintas di tengah masyarakat NTT menuju Indonesia Emas 2045.